Tiga Tahun Berjalan, Program Mangrove NHM Ubah Pesisir Kao Menjadi Habitat Hijau Produktif

Oleh : Candra Mata | Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:07 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Upaya rehabilitasi lingkungan pesisir yang digagas PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) bersama berbagai pemangku kepentingan mulai menunjukkan hasil nyata. 

Tiga tahun setelah penanaman mangrove di pesisir Desa Kao, Kecamatan Kao, Kabupaten Halmahera Utara, kawasan yang sebelumnya rentan terhadap abrasi kini berubah menjadi bentang hijau yang produktif dan menjadi habitat bagi beragam satwa.

Program yang dilaksanakan pada Juni 2023 itu merupakan hasil kolaborasi NHM dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Maluku Utara, DLH Kabupaten Halmahera Utara, Pemerintah Desa Kao, serta Komunitas Green Kaidati. 

Sebanyak 600 bibit mangrove ditanam pada area seluas sekitar 0,8 hektare di Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Kao.

Memasuki tahun ketiga, tingkat keberhasilan tanaman mangrove mencapai sekitar 90 persen. Vegetasi yang tumbuh subur kini menghijaukan kawasan Sungai Naul dan memperkuat fungsi ekologis wilayah pesisir yang sebelumnya mengalami degradasi.

Selain berfungsi sebagai pelindung alami dari abrasi pantai dan ancaman kenaikan muka air laut, kawasan mangrove tersebut juga menjadi habitat penting bagi berbagai biota perairan dan satwa liar. 

Pengelolaannya terus dilakukan secara berkelanjutan oleh Komunitas Green Kaidati bersama masyarakat setempat. Keberadaan KEE Kao dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung restorasi ekosistem pesisir. 

Sebelum program berjalan, wilayah pesisir Desa Kao termasuk kawasan yang rentan terhadap abrasi yang berpotensi mengancam permukiman warga. Kini, melalui kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat, kondisi lingkungan pesisir menunjukkan perbaikan yang signifikan.

Tidak hanya memberikan manfaat ekologis, kawasan mangrove tersebut juga berkontribusi terhadap penyerapan emisi karbon dan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata berbasis masyarakat. 

Keterlibatan aktif warga dalam pengelolaan kawasan diharapkan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan, NHM juga terus mendukung penguatan kapasitas komunitas lokal. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembangunan berbagai fasilitas penunjang pembibitan mangrove, seperti gazebo, instalasi listrik, sarana sanitasi, hingga penyediaan tandon air.

Tak hanya itu, NHM turut mendukung pengembangan usaha pembibitan mangrove yang hingga saat ini telah menghasilkan sekitar 4.300 bibit secara bertahap. Program tersebut membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui penjualan bibit mangrove.

Ketua Komunitas Green Kaidati, Zainudin Hongi, mengapresiasi kontribusi berkelanjutan NHM dalam mendukung pengelolaan KEE Kao dan pemberdayaan masyarakat.

“Kehadiran NHM memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik dari sisi peningkatan kualitas lingkungan maupun peluang ekonomi melalui usaha pembibitan dan penjualan bibit mangrove,” ujar Zainudin.

Senada dengan itu, Superintendent Lingkungan Departemen Health Safety & Environment (HSE) NHM, Rosmini Djufri, berharap kawasan mangrove yang telah tumbuh dapat terus dijaga agar manfaatnya dirasakan dalam jangka panjang.

“Kami berharap kawasan mangrove ini dapat terus terjaga dan memberikan manfaat jangka panjang, baik dari sisi ekologis maupun ekonomi bagi masyarakat. NHM berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan komunitas lokal dan pemerintah daerah dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan di Kabupaten Halmahera Utara,” kata Rosmini.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →