Tanjung Lesung: Indonesia’s Next Premium Wellness & Longevity Destination

Oleh : Dr. (HC) Setyono Djuandi Darmono | Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:05 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Di abad ke-20, orang bepergian untuk bekerja. Di awal abad ke-21, orang bepergian untuk berlibur. Namun di abad ke-21 bagian kedua, semakin banyak orang akan bepergian untuk hidup lebih sehat, hidup lebih lama, dan menikmati kualitas hidup yang lebih baik.

Dunia sedang memasuki era baru yang dikenal sebagai Longevity Economy atau ekonomi umur panjang. Jepang, Singapura, Korea Selatan, Tiongkok, Australia, Eropa, dan Amerika Serikat menghadapi peningkatan populasi lanjut usia yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dalam beberapa dekade mendatang, ratusan juta orang akan memasuki masa pensiun dengan kondisi yang berbeda dari generasi sebelumnya: lebih sehat, lebih aktif, lebih berpendidikan, dan memiliki daya beli yang lebih tinggi. Mereka tidak mencari panti jompo, mereka mencari komunitas. Mereka tidak mencari rumah sakit, mereka mencari gaya hidup sehat. Mereka tidak ingin sekadar hidup lebih lama, mereka ingin hidup lebih baik.

Indonesia memiliki peluang besar untuk menjawab kebutuhan tersebut. Ya, terletak di pesisir barat Pulau Jawa dengan panorama Selat Sunda yang memukau, Tanjung Lesung memiliki kombinasi yang jarang ditemukan di Asia. Pantai yang indah, udara yang bersih, laut yang tenang, biaya hidup yang kompetitif, masyarakat yang ramah. Dan yang terpenting, lokasi yang relatif dekat dengan Jakarta, salah satu metropolitan terbesar di Asia Tenggara.

Dengan selesainya Jalan Tol Serang–Panimbang, akses menuju Tanjung Lesung akan semakin mudah dan cepat, membuka babak baru bagi kawasan ini sebagai destinasi internasional.

Selama bertahun-tahun, banyak destinasi wisata bersaing menawarkan pantai yang lebih indah, hotel yang lebih mewah, atau atraksi yang lebih menarik. Namun tren global kini bergerak ke arah berbeda.

Negara-negara seperti Thailand, Jepang, Portugal, dan Spanyol mulai mengembangkan kawasan yang menggabungkan wellness living, preventive healthcare, healthy aging, rehabilitation, longevity programs, nature-based healing, dan active retirement communities.

Tanjung Lesung memiliki kesempatan untuk menjadi pelopor Indonesia dalam bidang ini. Bukan sekadar tempat berlibur, tetapi tempat untuk hidup lebih sehat. Visi Tanjung Lesung bukan hanya membangun hotel atau resort. Yang ingin dibangun adalah sebuah ekosistem, sebuah komunitas internasional yang memungkinkan seseorang berusia 60, 70, bahkan 80 tahun tetap aktif, produktif, dan menikmati hidup.

Ekosistem tersebut dapat mencakup wellness resort kelas dunia, pusat kebugaran dan rehabilitasi, klinik preventive medicine, longevity center, healthy retirement village, jalur pejalan kaki dan sepeda, lapangan golf, marina dan aktivitas bahari, pusat seni dan budaya, program pembelajaran sepanjang hayat, dan komunitas internasional bagi pensiunan aktif.

Di masa depan, seseorang dari Tokyo, Seoul, Shanghai, Singapura, Sydney, atau Jakarta dapat memilih Tanjung Lesung sebagai tempat tinggal kedua mereka.

Indonesia dan Silver Economy

Saat ini dunia mulai berbicara mengenai Silver Economy, yaitu ekonomi yang didorong oleh populasi berusia di atas 50 tahun. Nilai ekonomi sektor ini diperkirakan mencapai triliunan dolar setiap tahunnya. Banyak negara maju menghadapi biaya kesehatan dan biaya hidup yang semakin tinggi.

Indonesia memiliki keunggulan kompetitif yang tidak mudah ditiru: biaya hidup yang lebih rendah, ketersediaan tenaga kesehatan dan caregiver, keramahan budaya, keindahan alam tropis sepanjang tahun, dan stabilitas sosial yang relatif baik.

Dengan strategi yang tepat, Indonesia dapat menjadi salah satu pemain utama dalam industri wellness dan longevity Asia.

Sebuah Visi untuk Masa Depan

Ketika orang mendengar nama Bali, mereka memikirkan pariwisata. Ketika orang mendengar nama Singapura, mereka memikirkan bisnis. Suatu hari nanti, ketika orang mendengar nama Tanjung Lesung, kita berharap mereka memikirkan wellness, healthy aging, longevity, dan quality of life.

Tanjung Lesung bukan hanya sebuah destinasi wisata. Tanjung Lesung dapat menjadi simbol bagaimana Indonesia mempersiapkan diri menghadapi masa depan — sebuah masa depan di mana keberhasilan tidak lagi hanya diukur dari seberapa cepat kita tumbuh, tetapi juga dari seberapa baik kita hidup.

Tanjung Lesung, Indonesia’s Next Premium Wellness & Longevity Destination. Where People Come Not Just to Add Years to Life, But Life to Their Years.

Dr. (HC) Setyono Djuandi Darmono

Chairman Jababeka Group

Dr. (HC) Setyono Djuandi Darmono, atau S.D. Darmono, adalah pengusaha senior, filantropis, dan Chairman Jababeka Group (PT Jababeka Tbk). Pada 1989 beliau mendirikan Kawasan Industri Jababeka di Cikarang dan mengembangkannya menjadi kota mandiri terintegrasi. Beliau juga pendiri President University, kampus bertaraf internasional dengan pengantar Bahasa Inggris. Di bidang budaya dan pariwisata, beliau pernah menjabat Dirut PT Taman Wisata Candi Borobudur-Prambanan-Ratu Boko, memelopori KEK Tanjung Lesung, serta aktif mendorong revitalisasi Kota Tua Jakarta. Gelar Doktor Honoris Causa disandangnya atas kontribusi di bidang ekonomi, pengembangan kota mandiri, dan pendidikan. S.D. Darmono dikenal sebagai arsitek modernisasi Cikarang dan pemikir strategis yang memadukan industri, pariwisata, dan pendidikan untuk kemajuan nasional.

Lihat semua artikel →