Kemenperin Buka IHYA 2026, Gratis! Pelaku Industri Halal Berebut 22 Penghargaan Bergengsi
INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) resmi membuka pendaftaran Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2026.
Ajang penghargaan tahunan ini menjadi bentuk apresiasi pemerintah kepada para pelaku industri yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi, kreativitas, serta kontribusi dalam memperkuat ekosistem industri halal nasional.
Pembukaan IHYA 2026 juga menjadi bagian dari langkah Indonesia dalam mewujudkan target besar sebagai pusat industri halal dunia.
Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengatakan, potensi pasar halal baik di dalam maupun luar negeri terus menunjukkan pertumbuhan yang sangat besar sehingga dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi nasional.
"Kami berharap semakin banyak pelaku industri yang berpartisipasi dalam IHYA 2026. Melalui ajang ini, kami ingin memberikan apresiasi kepada para pelaku usaha yang terus berinovasi dan berkontribusi dalam pengembangan industri halal nasional," kata Faisol dalam keterangannya di Jakarta.
Menurutnya, keberhasilan para pelaku industri menjadi bukti bahwa produk halal Indonesia bukan hanya memiliki kualitas yang baik, tetapi juga mempunyai nilai tambah serta daya saing tinggi di pasar global.
Berbeda dari tahun sebelumnya, penyelenggaraan IHYA 2026 menghadirkan dua kategori baru, yakni: Institusi Pendidikan Tinggi Pendukung Industri Halal Terbaik, dan Lembaga Pengelola Sentra IKM Pendukung Industri Halal Terbaik.
Penambahan kategori tersebut dinilai menjadi penguatan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan akademisi atau konsep triple helix, terutama untuk memperkuat sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM).
Secara keseluruhan, IHYA 2026 akan memberikan 22 penghargaan yang terbagi ke dalam tujuh kategori utama, meliputi perusahaan industri besar, industri kecil dan menengah, perusahaan kawasan industri, lembaga pengelola sentra IKM, lembaga pemerintah, institusi pendidikan tinggi, hingga lembaga jasa keuangan.
Selain menjadi ajang penghargaan, IHYA 2026 juga diharapkan meningkatkan kesiapan pelaku usaha menjelang pemberlakuan kewajiban sertifikasi halal pada 18 Oktober 2026.
Aturan tersebut akan menyasar sejumlah sektor strategis seperti; makanan dan minuman, kosmetik, farmasi, tekstil dan produk tekstil, alas kaki dan kulit, serta tableware dan glassware.
Pada penyelenggaraan sebelumnya, IHYA tercatat berhasil menarik 1.031 peserta, menunjukkan tingginya antusiasme pelaku industri terhadap pengembangan ekosistem halal nasional.
Kemenperin membuka pendaftaran IHYA 2026 mulai 18 Juni hingga 24 Juli 2026 dan tidak dipungut biaya.
Pelaku industri yang ingin mengikuti program tersebut dapat mengakses informasi lengkap melalui portal resmi ihya.kemenperin.go.id.
"IHYA adalah momentum transformasi. Kami mengundang seluruh pelaku industri untuk dapat berpartisipasi dalam mendukung ekosistem industri halal nasional melalui IHYA 2026. Mari bersama-sama kita wujudkan Indonesia sebagai pusat rantai pasok halal global," tutup Faisol.