Lulusan Vokasi Kemenperin Diakui Dunia, Menperin Agus Gumiwang Siapkan Talenta RI ke WorldSkills ASEAN 2027

Oleh : Ridwan | Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:35 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.idJakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) industri sebagai strategi utama meningkatkan daya saing sektor manufaktur nasional di tengah pesatnya transformasi digital. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat kompetensi guru dan dosen vokasi industri sekaligus menyiapkan talenta terbaik Indonesia untuk ajang WorldSkills ASEAN 2027.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pembangunan SDM industri yang unggul menjadi faktor penting dalam menjaga peran strategis sektor manufaktur terhadap perekonomian nasional. Pada triwulan I 2026, industri pengolahan nonmigas tercatat menyumbang 19,07 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap 20,26 juta tenaga kerja.

"Pengakuan global terhadap kualitas lulusan vokasi Indonesia menjadi modal penting dalam memperkuat posisi ekonomi nasional di mata dunia. Langkah penyiapan talenta melalui ekosistem pelatihan teknologi tinggi merupakan bagian nyata dari upaya pemerintah mendukung transformasi Making Indonesia 4.0," kata Agus dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026).

Sebagai tindak lanjut, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin menggandeng PT Festo menyelenggarakan Workshop Industry 4.0 Skills-1 secara daring pada 20-21 Mei 2026. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas guru dan dosen di lingkungan pendidikan vokasi industri Kemenperin.

Kepala BPSDMI Kemenperin Doddy Rahadi menjelaskan, perkembangan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), otomasi, hingga sistem manufaktur cerdas telah mengubah wajah industri global. Karena itu, lembaga pendidikan vokasi dituntut mampu beradaptasi agar menghasilkan lulusan yang sesuai kebutuhan industri masa depan.

"BPSDMI Kemenperin terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan vokasi industri melalui penguatan kompetensi guru dan dosen, pengembangan kurikulum berbasis industri, serta perluasan kolaborasi strategis dengan dunia usaha dan dunia industri global," ujar Doddy.

Menurutnya, workshop tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan pemahaman peserta terhadap teknologi manufaktur modern, tetapi juga menjadi sarana penjaringan calon talenta yang akan dipersiapkan mewakili Indonesia pada kompetisi WorldSkills ASEAN 2027 di bidang Industri 4.0.

Dukungan juga datang dari PT Festo sebagai perusahaan penyedia solusi otomasi dan edukasi industri global. Didactic Manager PT Festo, Safri Susanto, menilai penguatan kapasitas tenaga pendidik menjadi kunci untuk menciptakan generasi yang mampu bersaing di tingkat internasional.

"Melalui pembekalan sistem otomasi cerdas dan digitalisasi proses manufaktur ini, kami ingin memastikan para guru dan dosen memiliki kapabilitas berstandar global sehingga mampu melahirkan generasi yang siap bersaing di era industri masa depan," katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) BPSDMI Kemenperin, Wulan Aprilianti Permatasari, berharap para peserta workshop dapat memperdalam pemahaman terkait implementasi teknologi Industri 4.0, mulai dari otomasi industri hingga digitalisasi proses manufaktur.

Selain itu, para guru dan dosen juga diharapkan mampu melakukan seleksi terhadap siswa dan mahasiswa potensial yang nantinya akan dipersiapkan sebagai wakil Indonesia di ajang WorldSkills ASEAN 2027.

"Kami mengharapkan para guru dan dosen yang telah mengikuti workshop ini dapat melakukan seleksi terhadap siswa dan mahasiswa potensial untuk dipersiapkan mewakili Indonesia dalam ajang WorldSkills ASEAN Tahun 2027 pada bidang lomba Industri 4.0," ujar Wulan.

Sebagai informasi, unit pendidikan vokasi di bawah Kemenperin berhasil meluluskan 5.472 lulusan kompeten sepanjang 2025 dengan tingkat penyerapan kerja yang tinggi di sektor manufaktur.

Melalui kolaborasi dengan berbagai mitra industri global, Kemenperin optimistis mampu mencetak SDM industri yang adaptif, kompeten, dan berdaya saing internasional untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →