Pertamina Sustainability Champion 2026: Perwira Pertamina Jadi Motor Penguatan ESG dan Efisiensi Energi Nasional

Oleh : Hariyanto | Jumat, 17 April 2026 - 15:56 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - JAKARTA — PT Pertamina (Persero) kian menegaskan arah transformasi bisnisnya dengan memperkuat budaya keberlanjutan (environmental, social, governance/ESG) di tengah tekanan transisi energi dan dinamika geopolitik global. Upaya ini tidak hanya berhenti pada strategi korporasi, tetapi diturunkan hingga ke level individu melalui peran aktif para Perwira Pertamina.

Komitmen tersebut mengemuka dalam ajang Pertamina Sustainability Champion yang digelar di Gedung Oil Center, Jakarta, Kamis (16/4/2026). Forum ini menjadi panggung apresiasi inovasi keberlanjutan sekaligus ruang diskusi mengenai peran ESG dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita menegaskan bahwa keberlanjutan kini bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan fondasi utama strategi bisnis perusahaan.

“Sebagai perusahaan energi terintegrasi, Pertamina memiliki komitmen terhadap keberlanjutan dan berupaya membangun legacy untuk masa depan generasi mendatang,” ujarnya.

Menurut Arya, arah tersebut dijalankan melalui Strategi Pertumbuhan Ganda (Dual Growth Strategy), yakni menjaga kinerja bisnis eksisting sekaligus mengembangkan portofolio rendah karbon. Beberapa inisiatif yang tengah didorong antara lain pengembangan Carbon Capture and Storage/Carbon Capture Utilization and Storage (CCS/CCUS) serta Sustainable Aviation Fuel (SAF) sebagai bahan bakar pesawat ramah lingkungan.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi saat ini dan target penurunan emisi di masa depan. Di saat yang sama, Pertamina juga menekankan pentingnya efisiensi dan penghematan energi sebagai bagian dari ketahanan energi nasional.

Senior Vice President Business Sustainability Pertamina Wenny Ipmawan menambahkan, perusahaan telah menetapkan 10 fokus keberlanjutan yang mencakup aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola. Namun, tantangan terbesar bukan pada penyusunan strategi, melainkan pada pembudayaan nilai-nilai tersebut.

“Para Perwira yang menjadi jawara (champion) keberlanjutan ini akan menjadi agen-agen perubahan Pertamina, sebagai Perwira yang bisa menularkan sustainability ke dalam dan keluar Pertamina, sehingga dapat menjadi terus membudaya,” ujar Wenny.

Arya juga menekankan pentingnya perubahan perilaku dalam penggunaan energi, terutama di tengah ketidakpastian global. Ia menyebut, efisiensi energi harus dimulai dari lingkup terkecil.

“Satu hal yang penting adalah Perilaku Bijak Energi, dimulai dari saat ini dan dari lingkup terkecil dari lingkungan, mari pergunakan energi sesuai keperluan demi keberlanjutan di masa datang,” jelasnya.

Dari perspektif eksternal, dorongan Pertamina ini mendapat respons positif. Founder dan President Director Institute for Sustainability and Agility (ISA), Maria R. Nindita, menilai tantangan sektor energi saat ini tidak cukup dijawab dengan diversifikasi sumber energi semata.

“Jika Perwira Pertamina mampu membuktikan efisiensi melalui inovasi keberlanjutan, ini akan menjadi legitimasi kuat untuk mengedukasi masyarakat agar lebih bijak menggunakan BBM,” katanya.

Keterlibatan generasi muda juga menjadi sorotan dalam forum tersebut. Narasumber lain seperti Maya Lyn dan Asep Sunarya menekankan pentingnya kolaborasi lintas komunitas dalam mendorong solusi berkelanjutan, termasuk sinergi dengan Universitas Pertamina di area operasional perusahaan.

Rangkaian kegiatan Pertamina Sustainability Champions ini turut dihadiri oleh Perwira Pertamina, penggerak dan komunitas ESG, serta mahasiswa Universitas Pertamina.

Dengan pendekatan yang menggabungkan strategi bisnis, inovasi teknologi, dan perubahan perilaku, Pertamina tampak ingin memastikan bahwa agenda keberlanjutan tidak berhenti sebagai jargon, melainkan menjadi budaya yang mengakar. Di tengah tuntutan transisi energi, langkah ini menjadi krusial untuk menjaga relevansi sekaligus daya saing perusahaan energi pelat merah tersebut.