Pertanian Jadi Penopang Ekonomi! Sumbang 14,35% PDB, Bukti Ketangguhan di Tengah Krisis Global
INDUSTRY.co.id - Jakarta – Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan kembali menegaskan perannya sebagai salah satu pilar utama perekonomian nasional. Pada triwulan III-2025, sektor ini menyumbang 14,35 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, meningkat dari 13,83 persen pada triwulan sebelumnya.
Dengan nilai PDB mencapai Rp869,4 triliun (harga berlaku), pertanian menjadi kontributor terbesar kedua setelah industri pengolahan, sekaligus menunjukkan ketangguhan ekonomi hijau Indonesia di tengah tekanan global.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 5 November 2025 mencatat, secara riil sektor pertanian tumbuh 3,32 persen (quarter-to-quarter) dan 4,93 persen (year-on-year), dengan pertumbuhan kumulatif mencapai 5,37 persen (cumulative-to-cumulative) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kementerian Pertanian (Kementan) menilai capaian tersebut sebagai hasil nyata dari berbagai kebijakan strategis yang digencarkan sepanjang 2025, seperti modernisasi alat dan mesin pertanian (alsintan), perbaikan jaringan irigasi, serta perluasan areal tanam di berbagai sentra produksi.
Selain itu, peningkatan kinerja ekspor juga berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Ekspor barang dan jasa tercatat meningkat 9,91 persen (y-on-y), sejalan dengan penguatan program hilirisasi pertanian dan peningkatan daya saing komoditas ekspor unggulan seperti kelapa sawit, kopi, dan hortikultura.
Secara spasial, pertumbuhan ekonomi daerah yang kuat juga terlihat di beberapa wilayah sentra pangan utama seperti Sulawesi (5,84 persen), Jawa (5,17 persen), dan Sumatera (4,90 persen). Hal ini menegaskan peran strategis kawasan pertanian dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Mentan Amran) menegaskan bahwa sektor pertanian kini bukan hanya berfungsi sebagai penyedia pangan, tetapi juga sebagai penggerak utama ekonomi rakyat.
“Kita tidak boleh hanya berpikir menanam dan panen. Pertanian harus memberi nilai tambah. Kita dorong hilirisasi dan ekspor agar petani menikmati hasil yang lebih besar,” ujar Mentan Amran di Jakarta, Rabu (5/11).
Mentan Amran menambahkan, penguatan hilirisasi menjadi kunci agar petani tidak hanya menjadi produsen bahan mentah, melainkan juga pelaku ekonomi yang memperoleh keuntungan lebih besar dari rantai nilai pertanian.
Dengan kontribusi yang terus meningkat, sektor pertanian berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional, memperkuat ekonomi daerah, sekaligus menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Pencapaian ini juga mempertegas arah kebijakan pemerintah dalam membangun pertanian modern dan berdaya saing global, yang menjadikan Indonesia semakin mandiri dan tangguh di tengah perubahan ekonomi dunia.