Menperin dan Menko Maritim Bahas Pengembangan Kawasan Industri Kaltara

Oleh : Ridwan | Senin, 17 Juli 2017 - 20:00 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyambangi kantor Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan guna membahas pengembangan kawasan industri di Kalimantan Utara.

"Tadi dibahas masalah Kalimantan Utara dan Kalimantan Selatan mengenai pengembangan kawasan industri," katanya ditemui di Kemenko Kemaritiman Jakarta, Senin (17/7/2017)

Airlangga kepada awak media menuturkan, pertemuan dengan Menko Luhut bertujuan untuk melakukan koordinasi pengembangan di dua wilayah tersebut dengan pihak terkait.

"Prinsipnya berkoordinasi dengan Gubernur Bank Indonesia juga Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Diharapkan bisa membawa program pengembangan Kaltara terintegrasi dan bisa dikembangkan dalam waktu cepat," tuturnya.

Airlangga menyebut sudah ada investor asal China yang berminat untuk menanamkan modal di Kaltara, yakni Tshingshan Group yang juga berinvestasi smelter di Morowali, Sulawesi Tengah.

"Kawasan industri ini nanti bisa dibangun bertahap. Luasannya hingga 10 ribu hektare dengan pembangkit listrik hingga 7.000 MW," ungkapnya.

Sebelumnya, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meyakini pengembangan Kaltara akan menjadikan provinsi baru tersebut sebagai sentra ekonomi karena memiliki pasokan listrik serta industri "smelter".

Ia optimistis pembangunan di Kaltara dapat diselesaikan sekurang-kurangnya 1,5 tahun.

"Kita lihat pembangunan di Kaltara itu akan membutuhkan sekitar 1,5 tahun dan saya lihat itu akan jadi. Saya yakin itu jadi. Karena 'return' investor Indonesia dan proses pengambilan keputusan Indonesia transparan, pasti mereka senang investor di sini sehingga semua dapat cepat diselesaikan," tukasnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →