Menperin Tawarkan Sejumlah Kawasan Industri Guna Tarik Investasi Industri Jepang
INDUSTRY.co.id - Tokyo, Dalam kunjungan kerjanya ke Jepang, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengungkapkan sejumlah kawasan industri di Indonesia sudah siap menerima masuknya investasi asing termasuk dari negeri sakura.
"kami berharap industri-industri dari Jepang, seperti yang bergerak di bidang pengolahan mineral logam, pembangkit listrik, gasifikasi batubara, petrokimia, dan kaca dapat berinvestasi di Indonesia pada lokasi-lokasi kawasan industri yang telah disiapkan," ungkap Airlangga Hartarto melalui keterangan tertulisnya di Tokyo, Jepang (9/7/2017).
Kawasan industri tersebut antara lain, kawasan industri Dumai di Riau yang telah dilengkapi pembangkit listrik dengan kapasitas 50 MW, terminal CPO dan pengolahan limbah. Kawasan ini dapat digunakan untuk pengembangan industri gasifikasi batubara dan oleo chemical.
"Kami juga menawarkan kawasan industri JIPE di Gresik dengan totalarea seluas 2.933 hektar serta didukung power plants sebesar 23 MW dan 500 MW. Kawasan yang dilengkapi dengan residensial area dan pelabuhan ini didorong sebagai kawasan untuk heavy industry dan permesinan," terangnya.
Selanjutnya, kawasan industri Kendal (KIK) di Jawa Tengah seluas 2.700 hektar yang lokasinya berdekatan dengan pelabuhan Semarang. Di kawasan ini akan dibangun industri furnitur, industri makanan dan industri garmen. "Dengan upah buruh yang kompetitif, maka kawasan industri ini akan memiliki keunggulan dibanding kawasan lain," ucap Airlangga.
Selain itu, Airlangga juga menawarkan kawasan industri Bontang di kalimantan Timur . "Kawasan ini akan dikembangkan untuk industri gasifikasi batubara. Dengan didukung area seluas 265,6 hektar, saat ini sedang dibangun industri jasa minyak dan gas di kawasan tersebut," kata Menperin.
Disisi lain, Menperin ingin agar industri asal Jepang yang ada di Indonesia memperkuat rantai pasokannya sehingga akan membantu mengatasi masalah kebutuhan bahan baku di dalam negeri. Untuk itu, diharapkan adanya peningkatan investasi dari industri-industrio tersebut.
Dalam kurun waktu enam tahun terakhir, total investasi Jepang di Indonesia mencapai USD 19,7 miliar. Jumlah perusahaan Jepang di Indonesia hingga saat ini sudah mencapai lebih dari 1.750 perusahaan, dalam kegiatan usahanya dibidang manufaktur, infrastruktur, dan jasa.
Pada tahun 2016, nilai investasi Jepang di Indonesia sebesar usD 5,4 miliar atau naik 86 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai USD 2,9 miliar. "Beberapa industri Jepang yang cukup aktif berinvestasi di Indonesia antara lain sektor otomotif, logam, mesin dan elektronika," pungkasnya.