INDUSTRY.co.id - Jakarta – Qatar Airways dan Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional (International Air Transport Association atau IATA) mengumumkan bahwa Qatar Airways menjadi maskapai pertama yang melakukan transaksi di IATA Aviation Carbon Exchange (ACE) menggunakan IATA Clearing House (ICH).
IATA Aviation Carbon Exchange (ACE) adalah platform di mana maskapai penerbangan dan pemangku kepentingan penerbangan lainnya dapat memperdagangkan unit pengurangan emisi CO2 untuk tujuan kepatuhan atau pengurangan emisi secara sukarela.
Dengan lingkungan perdagangan yang aman dan mudah digunakan, ACE menawarkan transparansi tertinggi dalam hal harga dan ketersediaan unit pengurangan emisi sambil menyederhanakan proses bagi operator udara untuk mengakses pasar karbon untuk mencapai target dekarbonisasi mereka.
Saat ini, IATA dan Qatar Airways mencapai tonggak penting yang mendorong pasar karbon untuk menanggapi kebutuhan sektor penerbangan. Inisiatif ini memungkinkan peluang untuk menyederhanakan proses guna memastikan keberhasilan implementasi Skema Penyeimbangan dan Pengurangan Karbon untuk Penerbangan Internasional (Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation atau CORSIA) yang diadopsi oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (Civil Aviation Organization atau ICAO), sambil mendukung keberhasilan implementasi program pengurangan emisi sukarela.
Dengan melakukan transaksi ACE menggunakan IATA Clearing House (ICH), Qatar Airways mendapat manfaat dari IATA Settlement Systems dan Clearing House untuk transaksi yang mulus dan bebas risiko. Hal ini menegaskan kembali ambisi industri Qatar Airways untuk mencapai target iklim sambil terus mendorong inovasi dan membawa manfaat sosial, lingkungan maupun ekonomi lainnya.
Chief Executive Qatar Airways Group, Akbar Al Baker, mengatakan bahwa negara Qatar adalah salah satu negara yang secara sukarela berpartisipasi dalam fase percontohan ICAO CORSIA. Sebagai pemimpin dalam penerbangan, Qatar Airways didorong oleh visi kelestarian lingkungan yang ambisius dan kami bertekad untuk mendukung Qatar dalam upaya ini dengan tetap mematuhi skema global.
"Kami menyambut baik penggunaan IATA Aviation Carbon Exchange (ACE), karena memungkinkan maskapai penerbangan untuk berinvestasi di unit pengurangan emisi CORSIA yang memenuhi syarat, yang selanjutnya mendukung komitmen Qatar Airways untuk berinvestasi di masa depan rendah karbon, serta mengurangi risiko keuangan kami," kata Akbar Al Baker yang dikutip INDUSTRY.co.id, Selasa (28/12/2021).
Willie Walsh, Direktur Jenderal IATA, mengatakan bahwa skema Penyeimbangan dan Pengurangan Karbon untuk Penerbangan Internasional CORSIA adalah alat utama untuk membantu industri mencapai pertumbuhan netral karbon sebagai bagian dari target jangka panjang untuk mencapai emisi karbon nol bersih pada tahun 2050. Aviation Carbon Exchange memungkinkan maskapai penerbangan untuk membeli kredit pengurangan emisi mereka dengan transparansi maksimum dan birokrasi minimum.
"Dengan melakukan perdagangan pertama di ACE menggunakan IATA Clearing House, Qatar Airways telah menunjukkan dukungannya untuk ICH sebagai sarana untuk merintis efisiensi dalam transaksi yang akan membuat pembelian offset karbon berkualitas lebih mudah bagi semua maskapai penerbangan," kata Walsh.
Baru-baru ini, IATA menyetujui resolusi bagi industri transportasi udara global untuk mencapai emisi karbon nol bersih pada tahun 2050. Sejalan dengan pendekatan jangka panjang untuk mengelola dampak perubahan iklim penerbangan, resolusi tersebut juga menyerukan pemerintah untuk mendukung CORSIA, dan mengoordinasikan langkah-langkah kebijakan untuk menghindari tambal sulam antar regional, nasional, atau lokal.
Qatar Airways dan IATA, bersama dengan para pemangku kepentingan industri bekerja sama untuk secara kolektif mencapai tujuan dekarbonisasi industri. Aviation Carbon Exchange (ACE), adalah platform untuk memperdagangkan kredit karbon, didukung oleh CBL Markets, sebuah perusahaan XCHG.