INDUSTRY.co.id - Bali - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih menguat pada kuartal IV dibandingkan dengan kuartal III 2021 yang sebesar 3,51 persen.
"Berdasarkan basis data investasi, kemungkinan ekonomi kita tumbuh, kisaran 5 persen di kuartal IV-2021," kata Bahlil dalam acara Media Gathering di Bali, Sabtu (18/12/2021).
Dikatakan Bahlil, tanda-tanda ekonomi Indonesia bakal meroket di kuartal IV-2021 sudah sangat jelas terlihat.
"Ekspor impor kita tumbuh, konsumsi kita juga di kuartal IV juga bagus, investasi kita juga sangat bagus maka hal tersebut juga tentunya akan mengerek ekonomi kita," terangnya.
Sementara untuk tahun 2022, Bahlil memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan jauh lebih baik. Menurutnya, Indonesia telah memiliki landasan yang sangat kuat untuk membawa perekonomian lebih meroket.
"Ibarat pesawat, landasannya kita sudah sangat bagus tinggal take off saja," terangnya.
Oleh karena itu, tamban Bahlil, pihaknya terus berusaha menciptakan lapangan pekerjaan seluas mungkin dengan mendorong investasi yang ditargetkan mencapai Rp 1.200 triliun di tahun 2022.
"Investasi itu orientasinya memang menciptakan lapangan pekerjaan yang berkualitas dengan gaji bagus dan produk substitusi impor atau produk ekspor yang nilai tambahnya tinggi," papar Bahlil.
Menurutnya, ada satu kendala yang akan membuat ekonomi Indonesia menjadi lebih tidak baik dari saat ini yaitu apabila Covid-19 tidak bisa dikendalikan.
"Satu saja kendalanya ekonomi akan tidak menjadi sebaik yang kita inginkan apabila Covid-19 tidak bisa dikendalikan," tutup Bahlil.