INDUSTRY.co.id - Jakarta - Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika mengemukakan, untuk memacu produksi Susu Segar Dalam Negeri (SSDN), salah satu kuncinya adalah penyediaan pakan hijauan yang berkualitas. 

“Setelah kami belajar dari para praktisi dan akademisi, pakan hijauan menjadi faktor penting dalam menggenjot produksi susu segar dari sapi perah,” kata Putu pada Peresmian Pabrik Es Krim PT Yili Indonesia Dairy di Bekasi, Jumat (10/12/2021). 

Oleh sebab itu, Kemenperin mendorong industri pengolahan susu ikut berkontribusi membudidayakan pakan hijauan, dan Kemenperin juga memacu investasi industri pengolahan pakan hijauan guna menumbuhkan sektor tersebut.

“Artinya, ada upaya penciptaan wirausaha dan peluang bisnis baru. Kalau kita bisa menghasilkan pakan hijauan yang berkualitas dan kompetitif, akan mendongkrak produktivitas industri pengolahan susu di tanah air. Apalagi, investasi di sektor industri pengolahan susu terus tumbuh,” papar Putu.

Oleh karenanya, Kemenperin akan mengembangkan pengolahan pakan hijauan, khususnya industri yang terintegrasi dengan bahan baku pakannya. Upaya ini diyakini dapat memberikan efek ekonomi yang luas, dari peternak sapi perah lokal, koperasi, hingga industri.

Putu menambahkan, guna memacu produksi SSDN, juga diperlukan dukungan fasilitas dan kebijakan pemerintah yang berpihak kepada koperasi susu dan peternak sapi perah di sektor hulu. Sebagai contoh, Kemenperin telah memberikan bantuan cooling unit kepada koperasi susu sejak tahun 2007.

“Pada tahun 2021, kami telah membantu salah satu koperasi susu untuk membangun Milk Collection Point (MCP). Dan, pada tahun 2022 nanti, selain membangun MCP selanjutnya, Kemenperin juga akan membantu program digitalisasi tempat penampungan susu sebagai persiapan diterapkannya Neraca Komoditas,” ungkapnya.