INDUSTRY.co.id - Jakarta - Edmund Parengkuan terpilih menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) DKI Jabodetabek periode 2021-2024. Ia menggantikan Ade Firman sebagai ketua demisioner.

Advertisement

Pemilihan itu diputuskan pada Musyawarah Daerah (Musda) ke-1 Ketua DPD HIMKI DKI Jabodetabek di Kopitok Resto Kemang, Jakarta dengan tema “Menjadikan Organisasi yang Kuat dan Solid, Bermanfaat bagi Anggota dan Pelaku Usaha Mebel dan Kerajinan.”

Usai dipercaya menjadi Ketua, Edmund Parengkuan menerima tugas dan tanggung jawab yang diamanahkan kepadanya. Selanjutnya segera membentuk kerangka kepengurusan DPD HIMKI DKI Jabodetabek.

Advertisement

Edmund mengaku sangat prihatin dengan kondisi sekarang ini, khusus untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya. Menurut Edmund,, seiring berjalannya waktu dan perkembangan wilayah Kota Jakarta dan sekitarnya, para pengrajin mebel dan kerajinan banyak yang beralih profesi baik sebagai pedagang, karyawan kantor maupun pabrik, sehingga saat ini tidak banyak anak-anak muda yang melanjutkan usaha mebelnya.

"Padahal Industri mebel di sini pernah mengalami jaman keemasan sekitar tahun 1950-an sampai tahun 80-an. Kondisi seperti ini harus segera diatasi dan dicarikan solusinya," kata Edmund di Jakarta, Selasa (30/11/2021).

Advertisement

Jakarta sebagai Kota Metropolitan dan sedang menuju Kota Megapolitan menjadi daya tarik yang luar biasa bagi orang-orang dari provinsi maupun wilayah lain di Indonesia untuk datang dan menetap.

Penduduk Jakarta saat ini lebih dari 12 juta jiwa dan akan terus bertambah, dan pembangunan rumah-rumah susun, perumahan dan apartemen pun terus dikebut oleh pemerintah dan swasta, yang juga akan mengerek permintaan mebel dan kerajinan.

Advertisement

"Bisa dibayangkan potensi pasar mebel dan kerajinan untuk wilayah Jakarta yang sangat besar," terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal HIMKI, Heru Prasetyo mengatakan, industri mebel dan kerajinan di Indonesia memiliki prospek yang cerah. Hal ini dibuktikan dengan pertumbuhan industri mebel dan kerajinan yang mencapai 32% untuk tahun 2021 yang terhitung Januari sampai dengan November.

"Potensi ini tentu tidak lepas karena Indonesia mempunyai sumber alam dan hutan yang melimpah ruah. Pengaruh seni dan budaya yang beraneka ragam dari Sabang sampai Merauke
bisa dijadikan model desain-desain mebel dan kerajinan bagi para pelaku usaha mebel dan kerajinan," katanya

Selain itu, tambahnya, HIMKI mensupport para pengusaha kecil di bidang mebel dan kerajinan dalam program pelatihan-pelatihan dan membantu pemasarn produk mebel dan kerajinan dengan mengajak dan mengikutsertakan produk mebel dan kerajinan mereka ikut pameran baik dalam maupun luar negeri.

"HIMKI juga membantu memfasilisai perkuatan modal atau pinjaman dengan Bank-bank nasional. Di bidang produksi HIMKI juga membantu dan melatih perkembangan desain-desain mebel yang sedang trend dan disukai pembeli," kata Heru.

Agar industri ini maju dan berkembang sebagaimana mestinya, sambung Heru, pemerintah sebisa mungkin berpihak pada pengusaha untuk kemudahan-kemudahan mendapatkan bahan baku, kredit dengan suku bunga rendah, bantuan pemasaran melalui pameran, segala peraturan pemerintah yang dapat memudahkan pengusaha mempromosikan produknya.

"Semua ini sangat penting sebab saat ini yang bisa dilakukan oleh pengusaha hanya bertahan saja dan efisiensi di segala hal," tuturnya.

HIMKI sebagai asosiasi dari para pengasaha dan pengrajin mebel di Indonesia tentunya sedapat mungkin dapat mengupayakan anggotanya untuk diberi kesempatan yang seluas-luasnya
mendapatkan proyek furniture pemerintah, swasta maupun kesempatan pasar untuk ekspor.

"HIMKI juga dapat mengupayakan atau menjembatani pinjaman untuk perkuatan modal dengan suku bunga kecil," tutup Heru.