Peran Perguruan Tinggi Dalam Meningkatkan Persaingan yang Sehat di UMKM

Oleh : Sony Heru Priyanto | Sabtu, 27 November 2021 - 18:39 WIB

Prof Sony Heru Priyanto - Dosen Podomoro Univeristy
Prof Sony Heru Priyanto - Dosen Podomoro Univeristy

INDUSTRY.co.id - UMKM memegang peran penting dalam perekonomian. Jumlah yang besar menjadi salah satu potensi tersebut. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KemenkopUKM) bulan Maret 2021, jumlah UMKM mencapai 64,2 juta dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto sebesar 61,07 persen atau senilai Rp8.573,89 triliun. Menyerap dana perbankan sangat besar. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan penyerapan kredit perbankan untuk UMKM per Mei 2021 sudah mencapai Rp 1,024 triliun; 

Penyerapan tenaga kerja oleh UMKM juga sangat tinggi. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) mencatat, tenaga kerja yang terserap oleh usaha UMKM sebanyak 119,6 juta orang pada 2019. Jumlah tersebut meningkat 2,21% dibandingkan pada tahun sebelumnya yang sebanyak 117 juta orang. Jumlah tersebut pun setara dengan 96,92% dari total tenaga kerja di Indonesia. Sebanyak 3,08% sisanya beradal dari usaha besar.

Dari data diatas, tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan UMKM menjadi pencipta pertukaran barang dan jasa. Usaha UMKM menyebabkan pembelian bahan baku dan bahan penolong, pembelian alat dan mesin, penggunaan moda transportasi, bahan bakar, kredit perbankan, penyediaan properti, penggunaan tenaga kerja, usaha warungan dan lain sebagainya.  Dampak ikutan selanjutnya adalah ketika merekrut tenaga kerja, tenaga kerja tersebut memiliki pendapatan dan pendapatan ini bisa dibelanjakan dalam berbagai kebutuhan.

Pandemi juga menyebabkan UMKM semakin penting karena pemain-pemain besar banyak yang melakukan konsolidasi. Kita ketahui bersama bahwa banyak usaha besar yang tutup, sementara banyak usaha UMKM bermunculan, meski tak sedikit juga yang harus tutup.

UMKM belum memiliki daya saing yang tinggi. Jika dibandingkan dengan UMKM dari negera Thailand dan Vietnam sekalipun, Indonesia masih berat untuk bersaing. Belum lagi ada adanya persoalan kewirausahaan, pendanaan, inovasi dan teknologi, SDM dan pasar. Bahkan sering ditemui, UMKM sendiri saling bersaing secara tidak sehat. 

Memperhatikan peran yang sangat penting tersebut dan masih banyaknya persoalan yang dihadapi UMKM, UMKM perlu “ditemani” agar mereka bisa meningkatkan kinerjanya, termasuk Perguruan Tinggi (PT) harus menjadi teman bagi mereka. Lalu apa saja peran yang bisa dimainkan PT dalam mendukung dan menciptakan ekosistem yang sehat bagi UMKM? Menurut pendapat Bapak Faisol Riza – Ketua Komisi VI DPR RI – yang disampaikan pada Seminar Peran UMKM dalam Menciptakan Persaingan Usaha yang Sehat, yang diselenggarakan oleh Program Studi Kewirausahaan Podomoro University, PT bisa berperan dalam beberapa hal sebagai berikut.

Menjadi counterpart buat pemerintah dan perbankan/investor

Pemerintah sudah sangat jelas keberpihakannya dalam mengembangkan UMKM. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, Dan Menengah menunjukkan hal tersebut. Belum lagi kebijakan seperti Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Kredit Usaha Rakyat (KUR), anggaran, fasilitasi, dan pendampingan yang diberikan pemerintah juga sangat banyak dan terus digelorakan.

Perbankan juga sangat besar komitmennya dalam mendukung UMKM. Namun karena banyaknya persoalan dalam penyaluran kredit, maka banyak dana perbankan yang belum bisa diserap oleh UMKM. Untuk itu, PT bisa berperan menjadi counterpart Pemerintah dan Perbankan termasuk investor, agar supaya program pemerintah dan dana perbankan bisa terealisasikan. PT bisa memberikan sosialisasi, mendamping pemerintah dalam pembinaan produksi, keuangan, SDM dan pemasaran. PT bisa menjadi teman perbankan dalam mempersiapkan kelembagaan dan laporan keuangan UMKM agar bisa menjadi lembaga yang bankable. Masih banyak hal yang perlu dilakukan PT agar UMKM bisa mengatasi masalah pendanaan.

Menjadi sumber inovasi dan teknologi

PT merupakan sumber ilmu, pengetahuan dan teknologi. Melalui kegiatan riset dasar, riset terapan dan riset pengembangan, PT bisa menghasilkan inovasi dan teknologi yang bisa dimanfaatkan oleh UMKM. Untuk merealisasikan itu, PT perlu memiliki roadmap penelitian dimana hasilnya diharapkan bisa diterapkan oleh UMKM. Teknologi ini tidak hanya berupa alat, produk, namun juga terkait jasa, penguatan kelembagaan, SDM, rekayasa sosial, naskah kebijakan dan rencana bisnis.

Meskipun riset dasar, riset ini perlu diarahkan bisa diterapkan dan dikembangkan oleh UMKM. Misalnya bagaimana UMKM agar dapat berperan dalam industri mobil listrik, riset-riset yang terkait dengan baterai, keahlian, produk, pemeliharaan mobil listrik perlu diinisiasi dan dilakukan oleh PT, yang nantinya bisa diterapkan dan dikembangkan oleh UMKM.

Menjadi pendamping UMKM

Salah satu Tridarma PT adalah pengabdian kepada Masyarakat (PKM). PT bisa membuat roadmap pengambdian masyarakat yang menjadikan UMKM menjadi mitra strategisnya. Pendampingan ini bisa dilakukan dalam hal penguatan kepemimpinan, kelembagaan, kewirausahaan, manajemen dan kerjasama usaha. 

Dalam penguatan aspek kepemimpinan, perlu diperhatikan siapa yang akan menjalankannya (organisasi). Pemimpin UMKM biasanya adalah founder sekaligus owner dan worker. Perlu didampingi agar ketiga peran tersebut dijalankan secara sinergis dan maksimal.

Dalam penguatan kelembagaan, pendampingan perlu diarahkan agar UMKM memiliki legalitas sebagai badan usaha dan sistem kepemilikan yang jelas. Penguatan kewirausahaan diarahkan kepada kreativitas dan penciptaan inovasi dan penciptaan pasar.  Kapasitas manajemen diarahkan pada perencanaan usaha, pencatatan usaha, dan pelaporan usaha. Selain manajemen keuangan, pendampingan juga perlu dilakukan pada aspek SDM, produksi maupun pemasaran. Pendampingan juga bisa diarahkan pada penerapan bisnis digital dan pemanfaatan media sosial dalam bisnis. Penguatan komunikasi bisnis di era digital perlu dilakukan juga dalam pendampingan ini. UMKM perlu didampingi agar memiliki kerjasama, kolaborasi dan aliansi strategis dengan sesama UMKM maupun dengan usaha besar.

PT tidak bisa jalan sendiri. PT perlu bekerjasama dengan BRI, misalnya,  di Propinsi Indonesia agar UMKM bisa ekspor ke Luar Negeri. Mahasiswa bisa dilibatkan dalam proses pemberdayaan dan pendampingan ini dengan menekankan pada aspek kebijakan, permodalan, pemasaran dan penggunaan fasilitas di pasar global.

PT bisa menjalin kerjasama jangka panjang dengan perusahaan mengingat perusahaan juga memiliki program CSR (corporate social responsibility). Program yang bisa ditawarkan adalah social entrepreneurship, dimana PT bersama perusahaan bekerjasama membantu UMKM dalam hal inovasi dan teknologi, pemasaran, produktivitas, keuangan, SDM dan bisnis digital. 

Peluang pengadaan barang dan jasa pemerintah (PBJP) sangat tinggi, 300 triliun lebih. Seperti diketahui, setiap tahunnya, baik pemerintah pusat, propinsi maupun daerah menyelenggarakan proses pengadaan barang dan jasa akibat adanya kegiatan organisasi baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri (kantor), kebutuhan bantuan masyarakat maupun kebutuhan kerjasama dengan pihak lain, mulai dari pengadaan barang, jasa konsultasi badan usaha, pekerjaan konstruksi, jasa konsultasi perorangan, jasa lainnya, baik melalui proses tender dan non tender. Pemerintah sudah mempunyai komitmen yang kuat agar UMKM bisa ikut serta dalam PBJP tersebut. Untuk itu, PT dan Perusahaan bisa membantu agar keinginan pemerintah tersebut bisa terelaisasi, dimulai dari aspek kelembagaan yang terdiri dari legalitas (bandan hukum dan usaha), kapasitas (skala usaha), kapabilitas (pengalaman kerja, sertifikasi) dan kredibilitas (Kinerja usaha, laporan keuangan, company profile).


Oleh : Sony Heru Priyanto, Universitas Agung Podomoro

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita

Minggu, 07 Agustus 2022 - 16:00 WIB

Kebutuhan Meningkat, Menperin Agus Bakal Genjot Produksi Gula Nasional

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan terus mendorong peningkatan produktivitas industri gula melalui pola intensifikasi dan ekstensifikasi hingga pemanfaatan digitalisasi. Langkah ini…

Penyanyi Pop Melayu Andrigo

Minggu, 07 Agustus 2022 - 14:46 WIB

Penyanyi Pop Melayu Andrigo Rilis Single Karam Ditengah Harapan

Dalam bermusik bila ingin mudah dikenali, mesti konsisten d:-\engan genre musik yang sebagai pilihannya. Hal itu yang tengah dijalani, Andrigo, ia setia sebagai penyanyi pop melayu. Sebagai…

OPPO Bazaar Fashion Festival

Minggu, 07 Agustus 2022 - 14:38 WIB

OPPO Bazaar Fashion Festival Jadi Fashion Show Didokumentasikan demham Smartphone OPPO Find X5 Pro 5G

Berbeda dari peragaan busana lain yang menampilkan fashion show dengan sorot pencahayaan yang terang dan gemerlap, OPPO Bazaar Fashion Festival membawa nuansa redup dan temaram namun tetap dengan…

Danone Indonesia Raih Penghargaan di Ajang IDEAS Awards 2022

Minggu, 07 Agustus 2022 - 13:50 WIB

Danone Indonesia Raih Juara Umum Dengan 7 Penghargaan di Ajang IDEAS Awards 2022

Danone Indonesia berhasil menjadi juara umum dengan 7 penghargaan dalam ajang IDEAS 2022 yang diselenggarakan oleh Humas Indonesia bagian dari PR Indonesia Group yang berlangsung secara offline…

Migas Ilustrasi

Minggu, 07 Agustus 2022 - 13:50 WIB

Hadapi Gejolak Ekonomi Global, AKLP Harap Pemerintah Jamin Keberlanjutan Harga Gas Industri USD6/MMBTU

Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP) optimis pemerintah sesegera mungkin akan menetapkan regulasi booster/penguat untuk menghadapi gejolak ekonomi global selepas pandemi Covid-19 yang…