INDUSTRY.co.id - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan apabila dibutuhkan Polri, TNI siap mengamankan Pemilu 2019 yang akan memilih presiden dan anggota legislatif secara serentak.
"Saya terkejut tahu-tahu saya diundang ke sini, tapi masalah keamanan singkat saja bahwa sesuai keputusan MK bahwa pemilu menjadi seuatu keharusan menjadi satu atau serentak. Karena itu yang menjadi perhatian untuk pengamanan dalam pemilihan legislatif saja itu sudah sangat luar biasa," kata Gatot di Gedung Nusantara, Jakarta, Selasa (13/12).
Dalam rapat panitia khusus (Pansus) RUU Penyelenggaraan Pemilu, di Gedung Nusantara, Jakarta, Selasa, Gatot seperti dikutip Antara mengatakan intensitas pelaksanaan pemilu secara serentak tentunya akan meningkatkan intensitasi pengamanan bila dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.
Dia menjelaskan sesuai ketentuan perundang-undangan, persoalan keamanan ada pada Polri dan institusinya selalu siap memberikan bantuan tambahan pengamanan.
"Masalah hukum itu tentu nantinya disampaikan oleh Kapolri, kalau kami di TNI amanatnya kami siap diperbantuan sesuai dengan ketentuan UU yang berlaku ketika diperlukan kepolisian," ujarnya.
Selain itu, dia juga meminta agar masa tahapan Pemilu 2019 diperpanjang untuk mengurangi potensi kerawanan di Pemilu 2019.
Hal itu, menurut dia, berkaca kepada pemilu sebelum-sebelumnya, saat itu pemilu legislatif dan pemilu presiden terpisah, namun tingkat kerawanan cukup tinggi lantaran tingginya partisipasi masyarakat.
"Yang menjadi perhatian pemilu legislatif dan pemilu presiden dipisah saja eksistensinya tinggi, maka kalau pemilunya bersamaan akan lebih tinggi lagi eksistensinya," katanya.
Menurut Gatot, dengan sistem pemilu yang terpisah antara legislatif dan presiden saja tahapannya membutuhkan waktu 20 bulan.
Karena itu, dia meminta agar tahapan Pemilu 2019 dapat diperpanjang menjadi 24 bulan karena pemilu legislatif dan pemilu presiden digelar bersamaan atau serentak.
"Kalau lebih panjang maka UU ini maksimal bulan Mei sudah di ketok sehingga tahapan ini bisa berjalan," ujarnya.
Dia menegaskan TNI akan tetap mengerahkan kekuatan penuh untuk mengamankan pemilu 2019 sesuai perintah UU.(Hrb)