Digitalisasi Mengubah Perilaku Konsumen Indonesia

Oleh : Chodijah Febriyani | Kamis, 25 November 2021 - 13:45 WIB

Ilustrasi Digitalisasi (Ist)
Ilustrasi Digitalisasi (Ist)

INDUSTRY.co.id - Digitalisasi membawa banyak perubahan, dari cara masyarakat berinteraksi, bekerja, belajar hingga berbelanja. Sekarang juga ada konsep hybrid yang mengabungkan antara virtual dengan offline untuk mengimbangi perubahan interaksi yang terjadi.

“Ada trasformasi dari perilaku konsumen kita karena pandemi ini banyak trasformasi digital yang terjadi,” ujar Dee Rahma seorang Digital Marketing Specialist saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, melalui siaran pers yang diterima Industry.co.id.

Diketahui sebanyak 37 persen orang bahkan telah berpindah ke online dan meskipun pandemi berakhir kemungkinan kebiasaan tersebut bakal berlanjut. Angkanya pun mencapai 97 persen konsumen Indonesia yang beralih ke online pasca pandemi. Konsumen Indonesia akhirnya akan sepenuhnya melek digital dalam menggunakan teknologi untuk berbelanja.

Dengan transformasi besar ke arah digital tersebut, secara industri menurut data World Bank Indonesia diprediksi akan menjadi pusat digital ekonomi terbesar di Asia Tenggara tahun 2030. Kebutuhan talent yang menguasai digital skills pun akan semakin tinggi. 

Pertumbuhan bisnis diramalkan akan pesat karena keberadaan e-commerce. Semua itu akibat pandemi Covid-19 yang mendorong transformasi digital lebih cepat dan masif ke seluruh Indonesia.

“Ekonomi yang berbasis digital nanti akan tumbuh menjadi USD 133 juta dalam lima tahun ke depan,” kata Dee lagi.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. 

Di webinar kali ini hadir pula narasumber lainnya yaitu Dino Hamid, Ketua Asosiasi Promotor Musik Indonesia, Monica Eveline, Digital Strategist Diana Bakery, Taufik Hidayat, Dosen Fakultas Teknik Universitas Syekh Yusuf, dan Michiko Utoyo, seorang Mompreneur. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Integrasi Jembatan Kaca

Senin, 27 Juni 2022 - 06:33 WIB

Tingkatkan Daya Tarik Pariwisata KSPN Bromo, Kementerian PUPR Bangun Jembatan Kaca Seruni Point

Sektor pariwisata dipercaya menjadi salah satu lokomotif penggerak perekonomian nasional. Hal ini terbukti berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) di mana pada 2021 terjadi peningkatan…

Ir. H. Said Iqbal, ME Presiden Partai Buruh

Senin, 27 Juni 2022 - 06:30 WIB

Hari Ini Partai Buruh Daftarkan Uji Formil dan Materiil UU P3 ke Mahkamah Konstitusi

Uji formil dan materiil terhadap UU P3 akan didaftarkan ke Mahkamah Konstitusi pada hari Senin, tanggal 27 Juni 2022 jam 14.00 WIB. Demikian disampaikan Presiden Partai Buruh Said Iqbal.

Presiden Jokowi

Senin, 27 Juni 2022 - 06:17 WIB

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Tiba di Munich Jerman

Setelah menempuh penerbangan selama kurang lebih 13 jam, pesawat Garuda Indonesia dengan kode penerbangan GIA-1 yang membawa Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo beserta rombongan…

Teater Wayang Indonesia Tampilkan Grup Legendaris Wayang Orang Ngesti Pandowo dengan Lakon Kresna Duta

Senin, 27 Juni 2022 - 06:15 WIB

Teater Wayang Indonesia Tampilkan Grup Legendaris Wayang Orang Ngesti Pandowo dengan Lakon Kresna Duta

Seni wayang memiliki pesona dan nilai yang tetap aktual. Namun perlu memadankan agar wayang dapat memainkan peranannya di masa kini. Oleh karena itu perlu dipikirkan bagaimana agar kesenian…

Ilustrasi galon guna ulang

Senin, 27 Juni 2022 - 06:01 WIB

Komisioner KPPU: Secara Pribadi Saya Tidak Setuju Ada Pelabelan BPA

Komisioner┬áKomisi Pengawas Persaingan usaha (KPPU), Chandra Setiawan, mengatakan secara pribadi tidak setuju ada pelabelan Bisfenol A (BPA) terhadap kemasan galon guna ulang. Alasannya menurut…