Karakter Seseorang Tercermin dari Cara Etika Berdigital

Oleh : Chodijah Febriyani | Kamis, 25 November 2021 - 09:30 WIB

Ilustrasi Berinternet (Ist)
Ilustrasi Berinternet (Ist)

INDUSTRY.co.id - Teknologi dan internet membuat masyarakat harus beradaptasi dan bertransformasi lebih cepat terhadap untuk bisa memanfaatkannya secara maksimal. Namun, nilai dasar sebagai manusia dalam etika sopan santun tetap tidak boleh terlupakan saat interaksi kini lebih banyak dilakukan secara online.  

“Pertumbuhan pengguna sosial media, membawa fenomena yang lumayan serius,” Kata Firza Daud, Business Project Lead V&V Communication saat webinar Literasi Digital wilayah Jabar I Kabupaten Bekasi, melalui siaran pers yang diterima Industry.co.id.

Kabar buruknya pertumbuhan pengguna tersebut belum diiringi dengan cakap digital yang menerapkan etika dan norma sopan santun di dunia digital. Hal tersebut tercermin dari tingkat keberadaban (civility) yang sangat rendah. Survei yang dibuat oleh Microsoft pada kuartal 4 tahun 2020 dan dipublish awal 2021 bahkan menyebut netizen Indonesia paling tidak sopan se-Asia Tenggara.

Dia pun mengajak agar pengguna internet di Indonesia bisa selalu positif dalam menanggapi segala hal sebab karakter seseorang bisa dilihat dari cara beretika digital. Sehingga membiasakan diri belajar untuk sabar dan tidak mudah terpancing. 

"Selanjutnya tetap sopan, karena hal itu menunjukkan seseorang yang berkarakter. Dalam hal berkomentar bijaklah saat membalas unggahan orang lain maupun saat menanggapi sesuatu. Terakhir yaitu berbaik sangka sebab setiap orang bisa memiliki masalah dan butuh penyaluran," jelasnya.

Webinar Literasi Digital di Jawa Barat I, Kabupaten Bekasi merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. 

Hadir pula narasumber seperti Indra Brasco seorang Dadpreneur, Golda Siregar dari Power Character, Eddy Pranoto Digital Business Project Manager OCBC NISP, dan Joana Lee seorang Fitness & Beauty Enthusiast. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Bitcoin

Minggu, 03 Juli 2022 - 20:00 WIB

Simak! Berikut Panduan Lengkap Analisa Teknikal Bitcoin dan Saran Indodax Untuk Investor

Analisa teknikal Bitcoin menjadi salah satu kunci dalam investasi. Hal ini agar para investor dapat tetap meraih untuk meskipun pasar kripto tengah bergejolak. Saat ini, harga bitcoin menyentuh…

Industri 4.0 di sektor industri

Minggu, 03 Juli 2022 - 19:35 WIB

Kemenperin Pastikan Teknologi Industri 4.0 di Seluruh Rantai Pasok Manufaktur Terus Berjalan

Akselerasi revolusi industri 4.0 yang dicanangkan melalui Peta Jalan Making Indonesia 4.0 terus berjalan. Sektor manufaktur didorong bertransformasi menggunakan teknologi digital di seluruh…

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

Minggu, 03 Juli 2022 - 18:00 WIB

Ketua MPR RI Juara Pertama Best of The Best Eksekutif Kejuaraan Menembak Jaksa Agung Cup

Ketua MPR RI sekaligus Dewan Penasihat Persatuan Berburu dan Menembak Seluruh Indonesia (Perbakin) Bambang Soesatyo berhasil menyabet Juara Pertama Best of The Best Kelas Eksekutif Kejuaraan…

Peletakan Batu Pertama Gedung Keuskupan Merauke oleh Kementerian PUPR

Minggu, 03 Juli 2022 - 16:04 WIB

Peletakan Batu Pertama Gedung Keuskupan Merauke oleh Kementerian PUPR

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat (PUPR) memulai pembangunan gedung Keuskupan Merauke di Jalan Raya Mandala, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua. Secara seremoni pembangunan infrastruktur…

Menperin Agus Sidak Distributot Minyak Goreng Curah Bersubsidi

Minggu, 03 Juli 2022 - 15:25 WIB

Kemenperin: 130 Perusahaan CPO dan MGS Sudah Daftar di SIMIRAH 2.0

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat, hingga 1 Juli 2022, sebanyak 130 perusahaan sudah mendaftar ke dalam Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (SIMIRAH) 2.0.