Lawan Hoax dan Radikalisme, Buatlah Internet dengan Konten Positif

Oleh : Chodijah Febriyani | Sabtu, 20 November 2021 - 15:35 WIB

Ilustrasi Hoax (Ist)
Ilustrasi Hoax (Ist)

INDUSTRY.co.id - Menurut survei Microsoft, perilaku digital ethnic Indonesia di Asia Tenggara disebut menempati literasi digital paling rendah, hal tersebut utamanya disebabkan isu terkait hoaks dan penipuan. Data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika juga menyebut pemegang gadget di Indonesia hanya 10 persen yang membuat konten positif, fakta tersebut tentu sangatlah merisaukan.

“Ini kondisi yang menurut saya membuat sedih, Indonesia disebut netizen yang brutal dan paling kasar sampai ada aplikasi yang menolak kalau ketahuan servernya dari Indonesia,” ujar Eva K Sundari, Tim Independen Reformasi Birokrasi Nasional KemenpanRB, saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat I, melalui siaran pers yang diterima Industry.co.id.

Menurut Eva, hal tersebut cukup menyedihkan, beberapa hal yang menempatkan Indonesia pada posisi literasi digital yang rendah karena hoaks, radikalisme, penipuan, pornografi, perundungan, prostitusi, judi, SARA, ujaran kebencian dan lainnya. Sementara selama ini Indonesia dikenal sebagai masyarakt yang religius, paling ramai saat di masjid dan tempat ibadah yang selalu penuh saat salat Jumat. Namun mengapa perilaku tidak mencerminkan apa yang masyarakat percayai tersebut? Bahkan korupsi di Indonesia juga terkenal buruk.

“Situasi ini yang seharusnya membuat kita refleksi, lalu apa yang bisa membuat literasi digital kita naik atau bisa dikategorikan baik? Ternyata kebalikan dari ini (hoaks, radikalisme, penipuan), bagaimana kita bisa membuat konten-konten positif,” jelasnya.

Bahwa dengan berdigital UMKM bisa memimpin, bisa mengembangkan perekonomian, ekonomi kreatif seperti Korea Selatan, membuat persatuan semakin terjaga. Hal tersebut hanya bisa dilakukan jika literasi digital membaik dengan membanjiri internet konten-konten yang positif.

"Di mana ruang digital dimanfaatkan untuk sesuatu yang kreatif, sebagai solutif untuk menyelesaikan masalah dan produktif. Jangan lupa akan ekspresi politik bahwa orang yang rendah budinya suka membicarakan orang dan mereka yang positif akan memunculkan gagasan-gagasan agar memperbaiki hidup," tukasnya.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula narasumber seperti Rahayu Saraswati, seorang Politikus Aktivis Perempuan & Anak, Triantono, Dosen Universitas Tidar Magelang, Ninik Rahayu, Tenaga Profesional Lemhamnas RI 2021, dan Randi Rinaldi, seorang Enterpreneur. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Satgas Pamtas Yonif 12KC Bantu Warga Distrik Senggi Papua Panen Padi

Rabu, 06 Juli 2022 - 04:00 WIB

Satgas Pamtas Yonif 12KC Bantu Warga Distrik Senggi Papua Panen Padi

Mendukung ketahanan pangan di perbatasan, Satgas Pamtas Yonif 126/KC Pos Batom membantu masyarakat memanen padi di Kampung Batom, Distrik Batom, Kabupaten Pegunungan Bintang.

Mata uang Rupiah (Foto Ist)

Selasa, 05 Juli 2022 - 23:40 WIB

Satgas BLBI Diharapkan Optimalkan Hak Tagih

Pengamat Kebijakan Publik, Lutfi Hakim menyatakan, akuntabilitas kerja satgas adalah hak publik, hal itu lantaran baillout bank-bank jaman itu merupakan tanggungan negara yang dampaknya masih…

Nasabah ASABRI

Selasa, 05 Juli 2022 - 21:47 WIB

Peserta Pensiun Lapor SPTB via ASABRI Mobile

PT ASABRI (Persero) adalah BUMN yang mengelola asuransi sosial Prajurit TNI, Anggota Polri dan PNS Kemhan/Polri, yang menjalankan programnya berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 102 Tahun…

Ketua BAZNAS RI, Prof Dr KH Noor Achmad MA.

Selasa, 05 Juli 2022 - 20:19 WIB

BAZNAS: Potensi Ekonomi Kurban 2022 Capai Rp31,6 Triliun

Jakarta-Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyebutkan potensi ekonomi kurban tahun 2022 mencapai Rp31,6 triliun, atau meningkat 74 persen dari potensi tahun 2021.

Willy Anwar, Co-founder dari Transporta

Selasa, 05 Juli 2022 - 20:08 WIB

Transporta Terpilih untuk Mengikuti Program Inkubasi Startup Studio Indonesia Batch

Jakarta-Transporta, perusahaan startup teknologi di Indonesia, terpilih menjadi salah satu dari 15 perusahaan startup untuk berpartisipasi dalam Startup Studio Indonesia Batch 4 setelah melewati…