INDUSTRY.co.id -Lodon- Kepolisian Inggris mengatakan sedang menangani beberapa "insiden" di London Bridge, di dekat Borough Market dan di Vauxhall, yang terletak di jantung ibukota itu Sabtu malam (3/6/2017), sementara para saksi mata melaporkan sebuah mobil keluar dari jalur dan menabrak sejumlah pejalan kaki. Beberapa saksi mata mengatakan korban tabrakan itu juga menderita luka tikam.
Kepolisian Metropolitan London mengatakan sejumlah petugas bersenjata telah dikirim ke lokasi-lokasi tersebut dan melepaskan beberapa tembakan. Belum diketahui apakah tembakan itu berasal dari petugas tersebut atau pihak lain. Namun Kepolisian Metropolitan itu memasang pesan di Twitter, mengingatkan orang-orang di kawasan itu untuk lari menyelamatkan diri, bersembunyi dan segera menelepon polisi jika aman melakukan hal itu.
Saksi-saksi mata melaporkan sebuah kendaraan menabrak sejumlah pejalan kaki dan korban yang luka-luka terkapar di jalan di atas jembatan. Salah seorang saksi mata Holly Jones mengatakan pada BBC, sebuah mobil jenis van berwarna putih keluar dari jalur dan menabrak sedikitnya enam orang. Ia melihat sedikitnya empat orang luka-luka dan terkapar di jalan.
Saksi lainnya Will Heaven mengatakan ia melihat orang yang tampaknya korban tabrakan, dilarikan dengan ambulans. “Kami melihat beberapa orang luka di jalan,” ujarnya pada Sky News. Heaven menambahkan sejumlah polisi bersenjata telah tiba di lokasi.
Otorita urusan transportasi di London mengatakan atas permintaan polisi, London Bridge dan dua lokasi lain kini ditutup untuk umum.
Kantor Perdana Menteri Theresa May mengatakan “sudah melakukan kontak dengan pejabat-pejabat berwenang dan mendapat informasi tentang insiden di London Bridge itu.” Associated Press melaporkan Perdana Menteri Theresa May akan melangsungkan rapat komite darurat pemerintah hari Minggu (4/6).
Insiden ini terjadi kurang dari tiga bulan setelah seorang menyerang menabrak sejumlah pejalan kaki di Westminster Bridge, menewaskan empat orang dan kemudian menikam seorang polisi hingga tewas di luar gedung parlemen. (VOAnews)