Penguatan Karakter dan Peningkatan Daya Saing Jadi Tantangan Pendidikan di Era Digital 

Oleh : Chodijah Febriyani | Kamis, 18 November 2021 - 10:55 WIB

Belajar Online (Foto: Klikdokter)
Belajar Online (Foto: Klikdokter)

INDUSTRY.co.id - Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi di era revolusi digital memberi perubahan pada masyarakat termasuk budaya dan pendidikan. Semakin tegas pula fenomena abad kreatif yang menempatkan informasi, pengetahuan, kreativitas, inovasi, dan jejaring sebagai sumber daya strategis bagi individu, masyarakat, koorporasi, dan negara. 

“Ada kompetensi baru, peningkatan daya saing sumber daya manusia, generasi milenial dan generasi Z mengalami mengalami digitalisasi dalam sistem pembelajaran yang semua itu menjadi tantangan pendidikan di masa depan,” ujar Sophie Beatrix seorang Psikolog Praktisi saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, melalui siaran pers yang diterima Industry.co.id.

Perkembangan ke arah digitalisasi tersebut mengharuskan setiap orang harus memiliki keterampilan abad 21, antara lain dalam memecahkan masalah, memiliki kreativitas, berpikir analitis, berkolaborasi, berkomunikasi, dan memiliki etika serta akuntabilitas. Bukan hanya digital skills abad 21 yang dibutuhkan generasi mendatang, termasuk peningkatan kualitas karakter anak-anak generasi sekarang yang harus bisa beradaptasi pada lingkungan dinamis.

“Tentunya sudah memiliki literasi digital dasar dan kompetensi untuk memecahkan masalah kompleks dengan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi dan kolaborasi,” kata Sophie.

Para pendidik di era digital masa kini pun punya tangangan besar untuk bisa mempersiapkan generasi sekarang dengan kompetensi dan keterampilan abad 21 tersebut. 

"Di mana harus bisa menyelaraskan kecanggihan teknologi dengan nilai-nilai budi pekerti. Berikut juga memperkuat karakter budaya bangsa dengan menguatkan nilai-nilai kebangsaan, sert meningkatkan kesadaran mental bagi para individu dalam menggunakan kecakapan digital berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika," tukasnya.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula narasumber lainnya yaitu Maria Ivana, Graphic Designer JCO, Irma Nawangwulan, Dosen IULI, Eko Ariesta, CEO Enterpro.id, dan Made Nandhika, Abang None Jakarta Selatan 2019. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Pekerja Migran Indonesia (foto Ist)

Rabu, 29 Juni 2022 - 14:21 WIB

Sedih! Muhaimin Iskandar: 3-4 Juta Pekerja Migran Indonesia Belum Jadi Peserta BP Jamsostek

Jakarta- Warga kita yang berada di luar negeri seperti Hongkong, Taiwan, Malaysia, Arab Saudi, dan lain-lain, yang tentu membutuhkan perhatian serius dan belum menjadi peserta BP Jamsostek.…

Presiden Jokowi di Ukraina

Rabu, 29 Juni 2022 - 14:21 WIB

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Tiba di Kyiv Ukraina

Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 11 jam, Kereta Luar Biasa (KLB) yang membawa Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana tiba di Peron 1 Stasiun Central Kyiv, Ukraina sekitar pukul 08.50…

Jajaran Komisaris dan Direksi BEI yang hadir pada RUPST BEI 2022. (Foto: Humas BEI)

Rabu, 29 Juni 2022 - 14:14 WIB

Iman Rachman Resmi Jadi Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Hingga 2026

Para pemegang saham PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2021 telah menyetujui pengangkatan Iman Rachman sebagai Direktur Utama BEI…

Suasana Pengisian BBM (Pertamina)

Rabu, 29 Juni 2022 - 14:01 WIB

Pembelian Pertalite Melalui Aplikasi MyPertamina Jangan Sampai Menyulitkan Rakyat Kecil di Daerah

Mulai 1 Juli 2022, pembeli BBM jenis Pertalite dan Solar subsidi harus mendaftar ke website MyPertamina atau aplikasi MyPertamina. Dengan begitu, hanya konsumen terdaftar saja yang bisa membeli…

Ilustrasi SPBU Coco

Rabu, 29 Juni 2022 - 13:59 WIB

Soal Beli Solar dan Pertalite Pakai Aplikasi! DPR: Penggunaan MyPertamina untuk Hindari Kebocoran Subsidi

Jakarta-Rencana penggunaan aplikasi MyPertamina untuk mengakses solar dan Pertalite bagi masyarakat ditujukan untuk menutup kebocoran subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang selama ini dianggarkan.…