INDUSTRY.co.id - Penetrasi pengguna internet di seluruh dunia sudah mencapai 4,66 miliar yang berarti lebih dari setengah populasi global. Pertumbuhan internet ini, akhirnya membentuk komunikasi massa di ruang digital. Budaya digital lalu terbentuk karena penggunaan teknologi digital secara masif.
Iman Darmawan, Fasilitator Public Speaking & Founder IMan KoMunika mengungkapkan digitalisasi menawarkan dunia baru, jarak antar generasi baru, selain itu posisi tiap individu di dunia digital memiliki kebutuhan dan nilai masing-masing misalnya content creator, maupun fungsi digital marketing dengan peran membantu di bidangnya,
“Berbagai faktor negatif dan positif dari digitalisasi, tapi jika setiap orang dapat menemukan nilai, segmen, dan posisi di dunia digital maka individu tersebut akan mendapatkan manfaat dari internet,” ujarnya saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, melalui siaran pers yang diterima Industry.co.id.
Adapun budaya yang sehat memberikan pedoman atau kode perilaku tidak tertulis yang mengarahkan individu untuk bertindak secara tepat dan membuat pilihan yang benar. Sehingga dia menyarankan untuk membuat pilihan-pilihan secara sadar.
“Apa yang Anda klik, apa yang Anda share. Lindungi data pribadi sebab di dunia digital siapa pun bisa jadi siapa pun,” kata Iman.
Mengenai etika digital ada beberapa hukum dan norma yang harus dipelajari dan disadari, sebab ada konsekuensinya tindakan dan keberadaan individu di ruang digital. Bahasa sendiri sebenarnya satu kesatuan dengan membaca dan berbicara, sebab itu mengenai tanda baca pahami angka, huruf, dan simbol.
Berbahasa yang baik dan benar harus menjadi karakter di dunia digital, setiap orang bisa berbicara lewat teks di media sosial tanpa terlihat namun bagaimana pun biasakan untuk menerapkan etika dan keberadaan orang lain di ruang digital.
"Bahasa sebagai bentuk interaksi komunikasi untuk menyampaikan informasi merupakan cerminan pribadi setiap individu. Kemampuan berbahasa menunjukkan karakter seseorang dan positioning social. Sebab itu sampaikan segala sesuatu dengan bahasa yang santun, cerdas, informatif, dan menyenangkan," tuturnya.
Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Aloysius Wemby, Risk Management Consultant PT Prudential Indonesia, dan Ana Agustin, Managing Partner di Indonesia Global Lawfirm, Goretti Meiliani, Project & Planning Section Head Binus Group, dan Nimas Pertiwi, seorang Model.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.