INDUSTRY.co.id - Jerman, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan sebuah kabar baik "oleh-oleh" dari hasil pertemuan one on one meeting dengan dua pelaku industri otomotif di Munich, Jerman, yaitu BMW dan Mercedes-Benz.
Dimana keduanya berminat untuk membangun kendaraan listrik (EV) dan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi dan hub produksi untuk ekspor ke pasar ASEAN dan Australia.
“BMW telah menyatakan minatnya untuk membangun ekosistem tersebut di Indonesia. Mercesdes-Benz juga bersedia bekerjasama dan sedang mengeksplorasi peluang ekspor kendaraan ke Australia dan ASEAN, rencananya mereka akan menjadikan Indonesia sebagai hub produksi,” ujar Menperin dari keterangannya yang diterima redaksi INDUSTRY.co.id pada Selasa (2/11/2021).
Sejatinya, Indonesia sendiri sebut Menperin, telah sangat sangat siap memasuki era kendaraan listrik.
Hal tersebut tercermin dari sederet regulasi yang telah diterbitkan, diantaranya Perpres Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle/BEV) untuk Transportasi Jalan.
Kemudian, penerapan peta jalan pengembangan kendaraan listrik melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 27 tahun 2020.
“Sangat penting untuk investor berinvestasi di Indonesia karena kami yakin di masa depan akan terjadi peningkatan demand EV di dunia. Indonesia punya target pengembangan komponen utama untuk EV seperti baterai, motor elektrik, dan inverter,” ujarnya.
Adapun keuntungan dua raksasa otomotif asal Jerman tersebut salah satunya ialah kemudahan mengekspor produk mobilnya dari Indonesia ke Australia.
Pasalnya, Indonesia-Australia telah menandatangani Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA), pakta ini mulai berlaku sejak 5 Juli 2020.
Salah satu keuntungan dari adanya IA-CEPA adalah penghapusan tarif perdagangan kendaraan (Completely Built Up) CBU menjadi 0% bagi tipe mobil penumpang yang diproduksi di Indonesia untuk diekspor ke Australia.
"Saya menawarkan kepada mereka untuk menjadikan Indonesia sebagai production base kendaraan bermotor yang diekspor ke Australia. Selain itu, mobil asal Jerman seperti BMW dan Mercedes-Benz merupakan merek premium yang paling populer di Australia pada tahun 2020,” ujar Agus.
Asal tau saja, kedua perusahaan otomotif Jerman tersebut sejatjnya telah berinvestasi di Indonesia.
Dimana, BMW Indonesia bersama mitra lokalnya PT Tjahja Sakti Motor hingga saat ini telah memiliki pabrikan untuk sekitar sembilan model mobil penumpang, dengan kinerja produksi pada tahun 2020 sebanyak 1.470 unit, dan Januari hingga September 2021 sebanyak 1.152 unit.
Sementara Mercedes-Benz Indonesia (PT MBI) memproduksi sekitar delapan model mobil penumpang, dengan performa produksi pada 2020 sebanyak 1.074 unit, dan Januari hingga September 2021 sebanyak 943 unit.
Saat ini Mercedes-Benz sendiri sedang mengalkukasi value chain dalam rencana produksi.
Selain itu, perusahaan tersebut juga sedang mempelajari terkait biaya manufaktur, biaya logistik, regulasi, persyaratan teknologi, tarif pajak, serta hal-hal terkait lainnya.
“Intinya mereka support dan mereka sedang menyiapkan diri untuk rencana membuka pasar ke Australia,” tandas Agus.