INDUSTRY.co.id - Aktivitas online semakin tinggi sejak pandemi Covid-19. Pengguna aktif media sosial di Indonesia pun telah mencapai 170 juta dari 202,6 juta orang yang memakai internet. 

Sebagai media daring, media sosial digunakan agar para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berinteraksi, berbagi, jejaring sosial, forum dan dunia virtual tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.

Aloysius Wemby, Risk Management Consultant PT Prudential Indonesia mengatakan, perkembangan zaman kemudian membuat kehadiran media sosial semakin beragam. Banyak yang menganggap bahwa perubahan ini memberikan dampak, sekilas media sosial hadir untuk memberikan kemudahan mendapatkan informasi. Tak hanya itu, media sosial juga digunakan untuk berkomunikasi, personal branding, sebagai sarana berbisnis dan pembelajaran.

“Tapi sebenarnya ada dampak negatifnya, setiap orang penting untuk mengetahuinya sehingga setiap orang bisa memanfaatkan media sosial secara positif,” ujar saat webinar Literasi Digital wilayah Jabar I Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, melalui siaran perd yang diterima Industry.co.id.

Selain itu media sosial ternyata membuat kecanduan, bahkan Indonesia masuk dalam 10 besar negara yang kecanduan. Bisa dibayangkan sejak bangun tidur, saat makan, menjaga anak, belajar, bekerja, hampir tak bisa lepas dari membuka gawai. Kebiasaan tersebut pun menjadi kegiatan yang menghabiskan waktu namun tidak produktif jika apa yang dilakukan di media sosial ternyata bukanlah hal produktif.

Dia pun memberikan tips agar setiap orang bisa memanfaatkan media sosial secara lebih produktif dan kreatif. Terutama untuk membangun relasi dan membuka peluang, dengan cara mengikuti atau follow orang-orang yang memberi inspirasi secara positif, sehingga bisa memicu sikap produktif dan kreatif.

Media sosial juga efektif untuk membangun jaringan dan komunitas yang bermanfaat. Tapi tentunya saring dulu akun yang patut dijadikan sarana berkomunitas, hal tersebut bisa dilihat dari unggahan yang sering dibagikannya. Sehingga akan makin banyak mengenal orang dan terhubung relasi baik. 

"Usai membangun relasi setiap orang juga bisa belajar dari orang yang sudah berhasil, misalnya YouTuber. Influencer maupun Content Creator yang sekarang sudah sukses," tukasnya.

Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I,merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. 

Di webinar kali ini, hadir pula nara sumber seperti Nikita Dompas, seorang Producer & Music Director, Sophie Beatrix, seorang Psikolog Praktisi, Golda Siregar, Senior Consultant at Power Character, dan Nimas Pertiwi, seorang Model. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.