INDUSTRY.co.id - Orangtua di masa ini harus menyadari tiga hal penting sebelum mengajarkan anak terkait keamanan di internet. Anak tidak dalam kendali orangtua, orangtua harus mengendalikan diri sendiri, dan orangtua perlu memahami anak dengan baik.

Jadi, ketika orangtua ingin memberikan edukasi kepada anak terkait keamanan digital, orangtua perlu bertanya kepada dirinya sendiri. Pahami anak dengan baik terkait kesukaan anak sebelum memberikan edukasi.

“Untuk memberikan ajaran tentang keamanan digital kepada anak, jangan fokus kepada materinya terlebih dahulu. Akan tetapi, fokus pada hubungan kita dengan anak terlebih dahulu. Apakah saat ini kita sudah punya kualitas hubungan yang baik dengan anak?” tanya Idayanti Sudiro, Certified Life and Wellness Coach dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, melalui siaran pers yang diterima Industry.co.id.

Cara-cara agar kita bisa mengedukasi anak di antaranya:

1. Hubungan Berkualitas dengan Anak

Ketika kita ingin mempunyai hubungan yang berkualitas dan penuh kasih sayang dengan hati, intinya dengan memakai hati sebagai pusat perasaan sehingga hati tersebut yang mengarahkan komunikasi dengan anak. Membentuk hubungan yang berkualitas perlu meluangkan waktu untuk anak. Komunikasi secara terbuka dengan anak dan memberikan kesempatan anak untuk berpendapat agar orang tua juga bisa memahami anak.

2. Melek Digital

Sebagai orangtua, kita harus melek digital agar kita tahu apa yang dimainkan dan digunakan oleh anak di internet. Dengan kita mengetahui, kita bahaya-bahaya dari situs, games, atau platform yang diakses oleh anak.

3. Orangtua sebagai Role Model

Perhatikan di saat makan atau berkumpul bersama keluarga, orang tua harus menjadi role model dengan tidak bermain gadget agar anak juga mencontoh hal serupa. Hal ini bisa menjadi salah satu kontrol dalam bermain internet.

4. Bekomunikasi sambil Edukasi

Ketika orangtua mengajarkan anak, jadilah pengajar seperti teman yang asyik dan menyenangkan. Dengan begitu anak jadi merasa nyaman untuk mengutarakan apapun, orangtua juga bisa memberi pengetahuan dan pengertian dengan lebih mudah kepada anak. Misalnya, mengenai dampak internet bagi kesehatan, bahaya internet, dan lain sebagainya.

“Pelan-pelan kita bisa melakukan nasihat dengan story telling sesuai usianya. Anak jadi lebih mudah mengerti dan memberikan peraturan akses internet melalui diskusi bersama. Agar anak merasa aturan itu aturan bersama,” tuturnya.

5. Berdoa Bersama dan Me Time

Menurut Ida, berdoa bersama dapat menyisipkan nilai-nilai yang benar dan baik untuk anak. Ketika orangtua mendoakan anak, ia juga akan merasakan energi positif dan membuat anak menjadi lebih terkontrol. Sementara me time, orang tua memberikan anak waktu sendiri untuk bermain dan mengeksplor diri.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 - untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. 

Webinar wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (26/10/2021) juga menghadirkan pembicara, Dee Rahma (Digital Marketing Strategist), Intan Maharrani (COO Positivibe), Shandy Susanto (Dosen Universitas Agung Podomoro), dan Ayu Imanda (Key Opinion Leader).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.