INDUSTRY.co.id - Jakarta - Harga emas pada Rabu (27/10/2021) pagi terpantau terus memperpanjang aksi jual yang dialami sejak hari Selasa kemarin. Hal ini karena penjual berhasil mendesak harga untuk tembus ke bawah level psikologis yang sangat penting, sekarang di sekitar USD1793.

"Di balik ini, valuasi Dolar AS yang masih menjadi fokus utama jelang agenda-agenda penting terus menjaga tekanan sisi bawah tetap utuh pada harga emas," kata Muhammad Dzaki Adani, Research & Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) yang dikutip INDUSTRY.co.id, Kamis (28/10/2021).

Menjelang rilis PDB Q3 AS, lanjut Dzaki, minat pasar untuk bertaruh pada Dolar AS terpantau naik seiring dengan suasana pasar yang risk-on setelah beberapa perusahaan raksasa yang melantai di bursa AS kembali melaporkan kinerja baik.

"Ke depannya, meskipun penurunan tampak terbatas pada harga emas di tengah meningkatnya kekhawatiran inflasi global, masih ada harapan yang sebelumnya menopang harga emas, yaitu adanya kekhawatiran inflasi di luar kendali dan krisis rantai pasokan," katanya.

"Sementara saat ini, pasar sedang menunggu berita dari pertemuan bank sentral mendatang yang mungkin memicu volatilitas selama beberapa sesi ke depan sementara data ekonomi lapis dua AS nanti malam juga dapat menggerakkan persepsi pasar tentang suku bunga, inflasi dan tingkat pertumbuhan," imbuh Dzaki.

Pergerakan harga emas pada Rabu (27/10/2021) pagi juga masih koreksi dengan zona support penting terdekat di areal USD1785 dan resistance terdekat berada di areal USD1795 hingga ke areal USD1800. Support terjauh harga emas kini berada di areal USD1781 hingga ke areal USD1778.