INDUSTRY.co.id - Jakarta, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo dan Menteri BUMN Rini Mariani Soemarno telah melakukan koordinasi terkait penerapan kebijakan 100% pembayaran non tunai di seluruh gerbang tol di Indonesia yang akan dimulai Oktober 2017 mendatang.
Agus mengatakan, pertemuan tersebut dikarenakan Menteri BUMN merupakan pemegang saham perusahaan pengelola jalan tol, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, serta empat bank BUMN yang memberikan layanan pembayaran uang elektronik di jalan tol.
"Koordinasi dengan Menteri BUMN karena menteri yang akan mengaturnya," kata Agus di kantor Kementerian BUMN, Rabu (31/5/2017).
Menurut Agus, saat ini sistem pembayaran jalan tol terdapat di 35 ruas tol dan dimiliki oleh 22 operator jalan tol. Adapun hubungan kerjasama operator jalan tol dan bank adalah bilateral.
"Jadi satu pengguna jalan tol mesti banyak kartu dan sering berhenti karena ruasnya ganti pemilik (jalan tol), sehingga harus bayar lagi," ungkapnya.
Ia menegaskan, pada Oktober 2017 semua ruas jalan tol sudah harus menggunakan sistem non tunai. Gardu jalan tol yang berada di antara gardu berangkat dan akhir akan ditiadakan.
"Para pengguna jalan tol cukup melakukan tap pada saat masuk dan keluar tol," ujarnya.
Selanjutnya pada 2018, diterapkan Multi Lane Free Flow (MLFF), yaitu proses pembayaran tol tanpa henti atau pengguna jalan tol tidak harus menghentikan kendaraan di gerbang tol. Para pengguna jalan tol cukup menggunakan alat, seperti on board unit (OBU).
"Sebab ada fasilitas yang disiapkan oleh konsorsium Electronic Toll Collection (ETC) yang terdiri dari berbagai pihak terkait mulai dari operator jalan tol, perbankan, dan perusahaan switching dengan pengawasan BI," paparnya.
Konsorsium ETC merupakan institusi yang berfungsi mengintegrasikan informasi data transaksi dan tarif untuk seluruh ruas jalan tol, operator jalan tol nantinya akan menerima pembayaran dari perbankan sesuai dengan tagihannya. (Hry/ imq)