INDUSTRY.co.id - Masyarakat berperan dalam mencegah penyebaran berita palsu atau hoax. Hoax yang menurut KBBI merupakan berita bohong atau tidak bersumber tidak ada landasan faktual. Tujuannya biasanya untuk menyesatkan orang dan biasanya memiliki agenda politik tertentu. 

“Penyebaran berita atau informasi hoax menjadi isu yang berbahaya dalam hidup berbangsa dan bermasyarakat,” kata I Made Nandhika, Abang None Jakarta Selatan 2019 saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, melalui siaran pers yang diterima Industry.co.id.

Dia mengatakan karena mudahnya akses penyebaran informasi di internet, akhirnya fenomena hoax terjadi di era saat ini. Di mana masyarakat memiliki kemudahan dalam mengakses berbagai macam jenis informasi di media. Faktor pendukung tersebarnya berita hoax pun menyebabkan semakin parahnya berita hoax yang diterima masyarakat. Hingga memunculkan kekhawatiran dan keresahan di masyarakat. 

Lebih lanjut dia pun menjabarkan ciri-ciri berita palsu atau hoax. Seperti memanipulasi artikel berita, memanipulasi foto, memanipulasi audio atau video, dan seringnya disebar melalui pesan berantai bahkan minta diviralkan.

“Cara ampuh supaya kita tidak terpancing saring dulu sebelum sharing karena nggak semua berita itu benar,jadi jangan asal sebar beritanya sebelum baca. Jangan sampai terpancing emosi berita itu langsung sharing ke semua orang,” jelasnya.

Kemudian selalu lakukan pengecekan, cek dulu judul dan kredibilitas situsnya dengan platform Google atau firefox. Selalu cari tahu dulu fakta yang ada, jangan langsung menyebarkannya dan download aplikasi anti hoaks. Sebagai bagian dari masyarakat, setiap orang juga bisa ikut berkontribusi untuk menangkal berita hoax yakni mengkomparasi dengan berita yang kredibel. 

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. 

Hadir pula narasumber seperti Meiskasa, Recruitment Officer Permata Bank, Syarief Hidayatulloh, Digital Strategist  Hello Monday Morning, Maria Natasya, Internal Communication Strategic Planner CIMB Niaga. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.