Pentingnya Membentuk Personal Branding di Dunia Digital

Oleh : Chodijah Febriyani | Senin, 18 Oktober 2021 - 14:50 WIB

Ilustrasi Personal Branding (Ist)
Ilustrasi Personal Branding (Ist)

INDUSTRY.co.id - Peningkatan jumlah pengguna internet terjadi sejak pandemi Covid-19, dengan segala keterbatasan ruang gerak akhirnya hampir segala aktivitas beralih ke online. 

Namun meski tampak mudah dan instan sebenarnya interaksi yang terjadi di ruang maya tak jauh bedanya dengan berkomunikasi langsung tatap muka. Sehingga setiap orang harus tetap mengingat keberadaan orang lain dan interaksi di ruang digital perlu diikuti etika serta sopan santun seperti halnya di dunia nyata. 

“Individu perlu menyadari, bahwa ada jejak digital di internet yang bias memberikan dampak pada karier dan personal branding. Unggahan maupun komentar negatif bisa saja mendatangkan masalah di kemudian hari,” kata Chika Amalia, Public Figure Branding & Partnership saat menjadi narasumber di webinar Literasi Digital wilayah  Kota Bekasi, Jawa Barat I, melalui siaran pers yang diterima Industry.co.id.

Agar memiliki personal branding yang baik, setiap orang perlu membanjiri media sosial pribadinya dengan konten positif dan bermanfaat. Misalnya dengan memilih topik yang aman agar tidak memancing respon negatif dari khalayak. Termasuk dalam memilih foto atau bahasa yang baik untuk dilihat pengguna lain di media sosial. 

Dia pun mencontohkan kasus yang sering dia tangani, public figure biasanya memakai media sosial  sebagai branding image. Sehingga unggahannya biasanya mengarahkan khalayak untuk berdiskusi terkait materi konten sesuai dengan topik. 

Selain itu, sebagai pengguna jejaring sosial di internet setiap orang harus memiliki kebijaksanaan saat memberikan respon. Bukan hanya dalam unggahan berupa foto maupun status saja, termasuksaat membagikan ulang sebuah berita di media sosial. Mengecek terlebih dulu kebenaran sebuah informasi, sebab apa yang dibagikan juga akan memengaruhi personal branding. 

“Jangan sampai karena tidak mengecek dan verifikasi informasi ternyata apa yang dibagikan ulang ternyata hoax,” bebernya. 

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. 

Hadir pula narasumber seperti Cyntia Jasmine, Founder GIFU, ElfiraFitri, Manager External Student Affairs Universitas Multimedia Nusantara, Mardiana R.L, Vice Principal in Kinderhouse Pre-School, dan Louiss Regi, seorang Content Creator. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

CEO LPKR John Riady (Ist)

Rabu, 29 Juni 2022 - 12:58 WIB

Konsensus Analis Prediksi Pendapatan SILO Tumbuh Tahun Ini , LPKR Terimbas Positif

Konsensus analis Bloomberg pada Jumat (24/6/2022) memprediksi pendapatan PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) akan terus bertumbuh pada tahun ini meskipun pasien Covid-19 menurun. Bahkan,…

Ilustrasi TKI (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 29 Juni 2022 - 12:17 WIB

Duh! Ratusan TKI Meninggal di Malaysia, Legislator Usul Pembentukan Satgas Terpadu

Jakarta- Politisi Partai Gerindra yang juga Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengusulkan dibentuk satuan tugas terpadu untuk memonitor dan menjamin pelindungan bagi tenaga kerja migran.

Presiden Jokowi

Rabu, 29 Juni 2022 - 12:17 WIB

Tiga Makna Ibu Negara Iriana Hadir di Ukraina

Pengamat militer dan intelijen Ridlwan Habib menilai ada tiga makna atau alasan Ibu Negara Iriana Joko Widodo ikut dalam kunjungan bersejarah ke Ukraina.

Teluk Nha Trang, di Vietnam (iStock)

Rabu, 29 Juni 2022 - 12:15 WIB

Vietnam Larang Wisatawan Berenang di Teluk Nha Trang Demi Selamatkan Terumbu Karang

Dalam pembaruan perjalanan baru-baru ini, Vietnam melarang wisatawan untuk scuba diving dan berenang sebagai upaya untuk menyelamatkan terumbu karang yang rusak di wilayah teluk Nha Trang.

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita saat melakukan pertemuan dengan Gubernur Prefektur Aichi Mr. Hideaki Omura

Rabu, 29 Juni 2022 - 11:19 WIB

Temui Gubernur Omura, Menperin Agus: Kawasan Industri di Indonesia Siap Menampung Investasi Perusahaan Prefektur Aichi

Kementerian Perindustrian terus mempererat kerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk mendukung peningkatan investasi dan perluasan ekspor produk industri Tanah Air. Dalam kunjungan kerja ke…