5 Aturan Bermedia Sosial yang Produktif dan Positif

Oleh : Chodijah Febriyani | Minggu, 17 Oktober 2021 - 14:40 WIB

Ilustrasi Milenial Menggunakan Media Sosial (Ist)
Ilustrasi Milenial Menggunakan Media Sosial (Ist)

INDUSTRY.co.id - Studi Digital Civility Index (DCI) 2020 oleh Microsoft, menyebutkan Netizen Indonesia paling tidak sopan se-Asia Tenggara. Survei tersebut juga mengatakan beberapa hal yang mengidentifikasi menjadi ancaman media sosial di Indonesia yaitu 47 persen terkait hoaks dan penipuan, 27 persen ujaran kebencian, dan 13 persen untuk diskriminasi.

“Berinteraksi dan berkolaborasi di ruang digital haruslah sesuai etika,” kata Irma Nawangwulan seorang Dosen di IULI, saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, melalui siaran pers yang diterima Industry.co.id.

Lebih lanjut dia pun memberikan beberapa aturan untuk berinteraksi dan berkolaborasi sesuai etik di ruang digital, antara lain:

1.Bahasa yang sopan: setiap orang harus tahu kepada siapa dia berkolaborasi. Gunakan bahasa sopan kepada siapa pun yang mengajak untuk berkolaborasi.

2. Bijak dalam menyebarkan informasi: jangan asal menyebarkan informasi, namun saring sebelum sharing ibarat minum kopi.

3. Buat konten daripada komen: dari pada hanya sebagai penonton, sebaiknya ikutlah mulai produktif dengan membuat konten positif dan bermanfaat untuk audiens.

4. Belajar menghargai orang lain: setiap pengguna di internet juga manusia seperti di kehidupan nyata yang memiliki perasaan. Hargai juga karya orang lain dengan mencantumkan sumber jika mengutip sesuatu atau menggunakan gambar/foto orang lain. Sebab bila ketahuan menjiplak karya orang lain maka reputasi akan terancam.

5. Bertanya pada diri sendiri: apakah isi konte nmaupun sesuatu yang akan dibagikan termasuk positif? Lalu siapa saja yang diijinkan untuk melihatnya.

Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakanolehKementerian Komunikasi dan Informatika. 

Di webinar kali ini, hadir pula narasumber seperti Henry V. Herlambang, CMO Kadobox, Intan Maharani, COO PositiVibe, NandyaSatyaguna, seorang Medical Doctor dan Nimas Pertiwi, seorang Model.  

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Integrasi Jembatan Kaca

Senin, 27 Juni 2022 - 06:33 WIB

Tingkatkan Daya Tarik Pariwisata KSPN Bromo, Kementerian PUPR Bangun Jembatan Kaca Seruni Point

Sektor pariwisata dipercaya menjadi salah satu lokomotif penggerak perekonomian nasional. Hal ini terbukti berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) di mana pada 2021 terjadi peningkatan…

Ir. H. Said Iqbal, ME Presiden Partai Buruh

Senin, 27 Juni 2022 - 06:30 WIB

Hari Ini Partai Buruh Daftarkan Uji Formil dan Materiil UU P3 ke Mahkamah Konstitusi

Uji formil dan materiil terhadap UU P3 akan didaftarkan ke Mahkamah Konstitusi pada hari Senin, tanggal 27 Juni 2022 jam 14.00 WIB. Demikian disampaikan Presiden Partai Buruh Said Iqbal.

Presiden Jokowi

Senin, 27 Juni 2022 - 06:17 WIB

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Tiba di Munich Jerman

Setelah menempuh penerbangan selama kurang lebih 13 jam, pesawat Garuda Indonesia dengan kode penerbangan GIA-1 yang membawa Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo beserta rombongan…

Teater Wayang Indonesia Tampilkan Grup Legendaris Wayang Orang Ngesti Pandowo dengan Lakon Kresna Duta

Senin, 27 Juni 2022 - 06:15 WIB

Teater Wayang Indonesia Tampilkan Grup Legendaris Wayang Orang Ngesti Pandowo dengan Lakon Kresna Duta

Seni wayang memiliki pesona dan nilai yang tetap aktual. Namun perlu memadankan agar wayang dapat memainkan peranannya di masa kini. Oleh karena itu perlu dipikirkan bagaimana agar kesenian…

Ilustrasi galon guna ulang

Senin, 27 Juni 2022 - 06:01 WIB

Komisioner KPPU: Secara Pribadi Saya Tidak Setuju Ada Pelabelan BPA

Komisioner┬áKomisi Pengawas Persaingan usaha (KPPU), Chandra Setiawan, mengatakan secara pribadi tidak setuju ada pelabelan Bisfenol A (BPA) terhadap kemasan galon guna ulang. Alasannya menurut…