INDUSTRY.co.id - Di tengah era kemajuan teknologi, sudah sepatutnya kita menjadi seorang masyarakat digital yang pandai memanfaatkan teknologi. Di wilayah lingkungan sekitar, kita bisa menjadi seorang pelopor masyarakat digital. 

Dian Nurawaliah Sonjaya, Founder Maleeha Skincare menjelaskan, pelopor masyarakat digital ialah orang yang membukakan jalan bagi orang lain agar masyarakat di sekitarnya terbiasa dengan akitivitas digital di berbagai bidang. Bisa dimulai dari pembelajaran, pekerjaan, membangun usaha secara digital.

Ia mengatakan, seorang masyarakat digital itu harus bisa menjadi pribadi yang terbuka terhadap perubahan di berbagai hal. 

Misalnya sikap terbuka terhadap segala informasi dan perubahan yang masuk. Namun, perubahan yang datang harus disaring dan disesuaikan dengan hal yang menyangkut aspek agama dan budaya. Apabila tidak sesuai, sebaiknya perubahan tersebut ditinggalkan karena akan berdampak negatif.

"Menjadi pelopor masyarakat digital artinya harus siap untuk tidak berhenti belajar. Bukan hanya untuk anak-anak, tetapi orang dewasa juga belajar terus-menerus," tutur Dian dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Subang, Jawa Barat, melalui siaran pers yang diterima Industry.co.id.

Kemudian, memastikan kebenaran sebuah informasi yang didapatkan dari platform digital. Ketika informasinya valid boleh dibagikan atau tidak. Informasi yang dibagikan harus bermanfaat bagi orang lain.

"Perhatikan saat kamu akan sharing. Saring dulu sebelum sharing. Memperhatikan kebenaran informasi saat mau membagikan posting-an," ungkapnya.

Unggahan yang dibagikan tidak boleh menyinggung SARA, merendahkan status sosial seseorang, atau berisi data pribadi yang disebarkan. Data pribadi ini termasuk KTP, kartu vaksin. Syarat lainnya ketika ingin menjadi pelopor masyarakat digital ialah sikap positif. 

"Kita harus mampu membagikan atau menyebarkan berbagai hal positif kepada lingkungan sekitar. Kita pun bisa meluruskan informasi yang tidak benar, serta bersama-sama membuat konten yang positif," tukasnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 - untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. 

Webinar wilayah Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis (14/10/2021) juga menghadirkan pembicara, Wijaya Kusuma (Ketua Relawan TIK Jawa Barat), Ria Ariyanie (Praktisi Humas & Komunikasi, Co-Founder dan CEO Talk Link), Indira Wibowo (Duta Wisata Indonesia 2017 & Owner @mydearscarf), dan Deya Oktarissa sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 - untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital