INDUSTRY.co.id - Pembelajaran jarak jauh yang kini dilakukan anak-anak Indonesia memang banyak cerita di dalamnya. Mulai dari pengalaman anak yang kurang di sekolah terutama untuk mereka yang memasuki jenjang baru, hingga orang tua yang mengaku stres saat harus menjadi guru di rumah bagi anak-anak mereka.

Padahal menurut praktisi kesehatan, dr. Katherine ada beberapa kelebihan dari belajar online. Karena bahan pembelajaran digital mudah untuk dibuka kembali kapanpun dan dapat diulang ulang.

"Bahkan, saat anak sedang mengerjakan tugas dan tidak mengerti dia dapat membuka bahan pelajaran digital hingga menemukan jawabannya. Materi beragam dapat dilihat secara visual, membuat anak tertarik untuk menontonnya," jelasnya saat menjadi pembicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kota Bandung, Jawa Barat, melalui siaran pers yang diterima Industry.co.id.

Untuk media belajar lebih efisien tanpa kertas atau buku lagi kini menggunakan Google Form dan Google Classroom. Hasil tes pun lebih rapih tersimpan beserta nilai yang dapat disimpan.

Orangtua sebaiknya menggunakan kesempatan ini untuk dapat melihat dan menilai karakter anak saat belajar. Sehingga dapat menentukan banyak hal, misalnya cara belajar hingga penentuan sekolah anak nantinya. 

Anak memiliki beberapa tipe belajar yang harus diketahui orangtua. Seperti tipe audio yang harus lebih dengan suara sehingga cara doa belajar harus selalu diucapkan berulang. Dia akan ingat dengan apa yang diucapkan pengajar ataupun dirinya sendiri. 

"Tipe belajar lain yakni visual, lebih dengan penglihatan sehingga materi pembelajaran dibuat gambar atau juga video animasi dengan banyak gambar. Ketika menghapal, buat sebuah gambar sebagai ciri khas sehingga anak akan mudah menghapal," jelasnya.

Adalagi tipe kinestetik, bagaimana anak belajar tidak masalah sambil bermain yang penting menggerakan tubuhnya, justru itu akan membuat anak nyaman. Beri saja bola ketika sedang menghapal, dia akan memainkan itu sambil mengingat pelajaran. Orang tua dapat memahami ini jika melihat langsung bagaimana cara belajar mereka serta akan mengerti jelas soal kekurangan anak saat proses belajar.

"Tentunya dengan begitu, orangtua dapat memahami proses belajar anak bukan hanya sekedar mengawasi atau membimbing mereka," jelasnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 - untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (14/10/2021) siang, juga menghadirkan pembicara, Meylani Pratiwi (Relawan TIK Jawa Barat), Diana Balienda (Trainer Digital), Dicky Renaldi (Kreator Konten), dan Clarissa Darwin sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 - untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten