Inilah Alasan Mengapa Netizen Indonesia Berani di Dunia Maya

Oleh : Chodijah Febriyani | Jumat, 15 Oktober 2021 - 17:30 WIB

Ilustrasi Netizen Bermain Sosial Media (Ist)
Ilustrasi Netizen Bermain Sosial Media (Ist)

INDUSTRY.co.id - Warga digital Indonesia pernah menjadi negara yang paling tidak sopan saat se-Asia Pasifik. Mengapa hal itu bisa terjadi?

Menurut Erlangga Setu, Praktisi IT setelah diriset beberapa faktornya karena kurangnya literasi digital. Minim awareness terhadap risiko perilaku, jadi terkadang kita tidak memperhatikan risiko apa yang kita mungkin dapatkan akibat posting atau komentar macam-macam di di dunia digital. 

"Karena kita tidak tersentuh secara langsung, tidak berhadapan, tidak tahu karena perilaku kita di dunia maya hanya bentuk teks yang tidak ada intonasinya, tidak ada ekspresi. Salah persepsi dengan ungkapan pun sangat besar," ujarnya dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, melalui siaran pers yang diterima Industry.co.id.

Alasan lain karena tidak tersampaikan di dunia nyata sehingga keberanian untuk berkata-kata apapun muncul. Mengomentari figur publik pun biasanya jika kita kita melihat di TV hanya dapat mengumpat di depan layar. Kini dianggap kita dapat menyampaikan pesan kita secara langsung melalui media sosialnya.

Padahal itu termasuk hal buruk, tidak kenal dengan orang tersebut namun kita berucap tidak pantas kepadanya. Erlangga mengungkapkan, mengapa tidak kita gunakan komentar untuk mengapresiasi karya orang lain. Misalnya, kita suka menonton channel YouTube seorang figur publik, lebih baik kita menyemangatinya untuk terus berkarya agar kita selalu ada tontonan yang menemani.

Di ruang digital, memang ada hal buruk dan baik yang dapat kita lakukan. Semua pilihan ada di genggaman kita. Apakah gawai ini dapat digunakan untuk posting hal baik atau buruk di media sosial? 

"Posting yang buruk termasuk menyebarkan informasi tanpa kita kroscek. Sekalipun itu informasi sepertinya bermanfaat dan penting tapi masih belum tahu kebenarannya itu bukan hal yang baik. Bisa jadi informasi hoaks, dan kita sudah termasuk menjadi penyebar berita bohong yang dapat membahayakan," jelasnya.

Agar tetap nyaman di ruang digital, berpikirlah positif agar apapun postingan orang kepada kita tidak kita tanggapi secara negatif. Sehingga ketika membalasnya bukan dengan emosi. 

Erlangga menyarankan untuk selalu santai di ruang digital, tidak perlu semua dianggap serius. 
"Sebab, mungkin saja orang yang terlihat marah-marah di media digital mereka mengetik sembari tertawa. Tidak perlu menganggap semua buruk komentar seseorang," jelasnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 - untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (14/10/2021) pagi, juga menghadirkan pembicara, Ridwan Rustandi (Dosen UIN Bandung), Ronal Tuhatu (Psikolog), Bowo Suhardjo (Konsultan Bisnis), dan Ida Rhynjsburger sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 - untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

GP Ansor geruduk Holywings

Minggu, 26 Juni 2022 - 16:12 WIB

Ansor Minta Walkot Jakut Tutup Holywings di Kelapa Gading dan Penjaringan

GP Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Jakarta Utara meminta pemkot setempat mengevaluasi perizinan tempat hiburan Holywings di Wilayah Kelapa Gading, dan Penjaringan.

 Kantor Pusat Kementerian PUPR

Minggu, 26 Juni 2022 - 16:04 WIB

Terapkan Green Building, Kantor Pusat Kementerian PUPR Jadi Destinasi Wisata Sebumi Jakarta City Tour

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendukung upaya pengurangan dampak emisi karbon akibat pencemaran lingkungan yang salah satunya diterapkan pada bangunan gedung kantor…

Menteri Basuki Kunjungi IPAL Krukut

Minggu, 26 Juni 2022 - 14:58 WIB

Kunjungi IPAL Krukut, Menteri Basuki : Kurangi Pencemaran, Berikan Nilai Tambah untuk Kota

Memanfaatkan waktu libur akhir pekan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono melakukan kunjungan lapangan ke Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Krukut, di…

Mahasiswa LPDP

Minggu, 26 Juni 2022 - 14:53 WIB

BPSDM Kementerian PUPR Dorong Generasi Muda PUPR Daftar Beasiswa LPDP

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berkomitmen mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang merupakan visi Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden…

Pegadaian dan PPATK Gelar Transplantasi Terumbu Karang

Minggu, 26 Juni 2022 - 14:44 WIB

Peringati 2 Dekade Gerakan APU PPT, Pegadaian dan PPATK Gelar Transplantasi Terumbu Karang

PT Pegadaian terus berkomitmen untuk mendukung pencegahan dan pemberantasan pencucian uang serta pendanaan terorisme di Indonesia. Sebagaimana Arahan Presiden RI di acara Peringatan Dua Dekade…