INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa Kendal akan menjadi salah satu kabupaten yang maju dan sejahtera.

Advertisement

Pasalnya, di wilayah ini terdapat sebuah kawasan industri bertaraf internasional yang bernama Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal.

Sejatinya, KEK ini akan menjadi wadah masuknya investasi dari perusahaan internasional, utamanya di bidang industri manufaktur. 

Advertisement

Untuk itu, Menperin Agus akan berupaya memberikan beragam insentif untuk mendukung pengembangan industri dan kawasan industri di Kendal, salah satunya harga gas industri 6 USD per MMBTU.

"Kita akan mendukung KEK Kendal untuk memperoleh harga gas 6 usd per mmbtu, agar industri tumbuh dan kompetitif," ujar Menperin Agus saat melepas ekspor sepeda asal PT Roda Maju Bahagia di KEK Kendal secara daring, dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Rabu (13/10/2021).

Advertisement

Tak hanya itu, untuk kelancaran arus barang dan penunjang transportasi, Menperin Agus juga akan berupaya memajukan Pelabuhan Kendal.

Menperin optimistis berbagai dukungan akan mampu mengakselerasi pertumbuhan perekonomian.

Advertisement

"Dikendal juga sudah ada politeknik, ini merupakan bentuk dukungan untuk pertumbuhan industri di Kendal," ujarnya.

Menperin menegaskan akan selalu berupaya memberikan kemudahan, utamanya di bidang investasi, khususnya bagi pelaku industri yang berorientasi ekspor.

“Satu per satu persoalan yang menghambat kinerja ekspor kita cermati dan kita carikan solusinya. Kita akan terus menyederhanakan dan memangkas regulasi dan prosedur birokrasi yang dinilai yang rumit dan menghambat proses investasi dan ekspor,” paparnya.

Menperin juga menyatakan bahwa pihaknya akan berupaya menciptakan pasar ekspor baru seperti di Afrika dan Amerika Selatan.

“Kita juga terus berupaya menciptakan pasar-pasar baru di negara-negara non-tradisional sehingga pasar ekspor kita semakin luas, selain mengoptimalkan berbagai perjanjian perdagangan yang telah ada,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Menperin turut memberikan apresiasi kepada PT. Roda Maju Bahagia, yang telah melakukan ekspor sepeda ke-50 dengan merek Element.

Sementara itu, Direktur Pengelola KEK Kendal, Purbadi kepada redaksi INDUSTRY.co.id mengatakan bahwa PT Roda Maju Bahagia sendiri termasuk investor yang pertumbuhan bisnisnya sangat cepat.

Dimana, saat ini, perusahaan sepeda tersebut sudah ekspansi untuk pengembangan pabrik barunya di KEK Kendal. 

"Usaha di KEK Kendal Bawa Hoki, kata Hendra (CEO Roda Maju Bahagia-red), dan dia ajak partner-partnernya seperti PT Borine Indonesia dari China untuk investasi di KEK Kendal," 

Adapun terkait KEK Kendal sendiri, saat ini menurut Purbadi sudah bergabung 70 multinational company yang berasal dari 8 negara dengan total nilai investasi mencapai Rp 22,2 triliun.

"Pertumbuhan yang cepat para investor di KEK Kendal ini karena dukungan penuh dari pemerintah pusat, propinsi dan daerah, pelayanan yang excellent dan tax insentif yang diperoleh, sehingga KEK Kendal mampu kompetitif dengan negara lain," pungkas Purbadi.

Asal tau saja, PT Roda Maju Bahagia yang berlokasi di Kawasan Industri Kendal (KIK) telah mengekspor 13 ribu sepeda ke berbagai negara, seperti ke Singapura, Malaysia, Thailand, India, dan Korea dengan total nilai ekspor mencapai 2,8 juta USD.

Hal itu disampaikan oleh CEO PT Roda Maju Bahagia, Hendra. Ia mengatakan hingga saat ini sudah berhasil melakukan ekspor ke-50 dengan produk sepeda lokal merk Element dan Camp. 

"Total nilai ekspor kami sekitar 2,8 juta USD untuk 13 ribu sepeda. Kami juga akan memasarkan produk kami ke pasar lokal, Indonesia," ujarnya dilokasi.

Selain itu, pihaknya juga berencana memperluas pasar ekspor dengan masuk ke negara-negara di Asia.

Peluncuran ekspor ini sendiri turut dihadiri langsung oleh Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kemenperin, Doddy Rahadi dan Bupati Kendal, Dico M. Ganinduto.

Bupati Dico dalam paparanya menyampaikan bahwa 80 persen perusahaan yang berdiri di KEK Kendal nantinya akan berorientasi ekspor produk.

Bupati juga mendorong penuh perusahaan yang ada di Kendal agar meningkatkan kualitas dan kuantitas produk yang dipasarkan ke mancanegara.

Sehingga, produk-produk asal Kendal bisa terkenal di berbagai negara untuk meningkatkan ekspansi lebih besar lagi. 

Perlu diketahui, KEK Kendal sendiri dikembangkan oleh PT Jababeka, Tbk (KIJA) dan Sembcorp Singapura. Kawasan industri terpadu ini diresmikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo dan PM Singapora Lee Hsien Loong tahun 2016 lalu.

KEK Kendal sendiri tercatat sebagai salah satu KEK terbaik atau role model bagi pengembangan kawasan dibidang industri baru lainnya di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah.