INDUSTRY.co.id - Digital skills berkaitan dengan kemampuan individu dalam mengetahui, memahami, dan menggunakan perangkat keras, perangkat lunak, serta sistem operasi digital dalam kehidupan sehari-hari. Digitalisasi tak langsung terjadi begitu saja, namun ada tahapannya yang dimulai sejak tahun 1937 ketika komputer pertama diciptakan.

"Hingga perkenalan komputer personal pada 1975, world wide web (www) pertama kali diperkenalkan publik tahun 1980, marketing digital digunakan Pizza Hut tahun 1994 dan mulainya transformasi transaksi informasi non digital menjadi digital tahun 2002," kata Meiskasa Recruitment Officer Permata Bank saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat I, melalui siaran pers yang diterima Industry.co.id. 

Dengan perkembangan serba digital saat ini keterampilan apa yang harus dimiliki? Dia mengungkap hal pertama manusia harus adaptif dan fleksibel sehingga setiap orang diharapkan selalu mengikuti perkembangan kebutuhan dunia digital. 

Selanjutnya individu diharapkan bisa cerdas secara emosional, mampu memilah informasi dan bagaimana merespons sesuatu di dunia digital lebih bijaksana karena ada jejak digital yang ditinggalkan dan meskipun sudah dihapus bisa saja ada orang lain sudah membuat tangkapan layar. 

Keterampilan digital lainnya adalah kreatif, original dan inisiatif. Di mana saat ada ide-ide berkembang maka seseorang harus mampu memanfaatkan keterampilan digitalnya dan tidak menjiplak begitu saja inspirasi yang ada. 

"Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat dan adanya ancaman pandemi yang membatasi ruang gerak, maka kita perlu mengasah keterampilan digital agar bisa bertahan dan mengikuti arus digitalisasi," bebernya.

Selain itu dia mengatakan setiap orang memiliki digital profile, apakah seorang pemilik UMKM, influencer maupun job seeker. Digital profile merupakan siapa diri kita di dunia digital dan bisa dikaitkan dengan personL branding seseorang. 

"Membuat digital profile yang bagus memiliki trik tersendiri dan fokus pada empat hal yaitu visi misi personal beanding seseorang, kemudian menentukan personal branding seperti apa ingin dikenal di dunia digital, selanjutnya mendesain profil digital dengan konten yang menarik dan terakhir memelihara profil digital dengan unggahan dengan jejak digital positif," jelasnya.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat I merupakan bagian dari Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. 

Di webinar kali ini hadir pula narasumber lainnya yaitu Goretti Meiliani, Project and Planning Section Head Binus Group, Syarief Hidayatulloh, Digital Strategis Hello Monday Morning, Depi Agung, seorang Pegiat Literasi dan Randi Rinaldi, seorang Enterpreneur. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.