Di Masa Depan, Sistem Online Tetap Mendominasi dan Akan Menjadi Kebiasaan Baru

Oleh : Chodijah Febriyani | Minggu, 10 Oktober 2021 - 15:15 WIB

Ilustrasi Belanja Online (Ist)
Ilustrasi Belanja Online (Ist)

INDUSTRY.co.id - Transformasi digital telah terjadi di seluruh industri selama pandemi Covid-19. Hal tersebut dapat dilihat dari cara belajar yang telah bergeser menjadi virtual learning, begitu juga untuk kesehatan dengan digital healthcare, dan berbelanja yang sekarang lebih banyak melalui e-commerce. Bagaimana jika pandemi usai? Apakah sistem online yang telah diterapkan akan kembali berubah konvensional?.

"Di masa depan, pada survei perubahan perilaku konsumen Indonesia setelah pandemi Covid ternyata 93 persen konsumen mengaku akan tetap menggunakan layanan online. Ketika pandemi terjadi terdapat 37 persen kenaikan konsumen baru yang beradaptasi beralih ke sistem online," kata Dee Rahma, seorang Digital Marketing Strategist saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat I, melalui siaran pers yang diterima Industry.co.id.

Dia mengatakan kemungkinan sistem online bakal terus berlanjut dan menjadi kebiasaan baru, memiliki tantangan. Di antaranya ketersediaan supply talent digital yang masih perlu ditingkatkan untuk menekan kesenjangan keterampilan.

Semua yang terjadi sekarang menurut dia seharusnya masih akan terjadi 10 tahun mendatang, namun pandemi membuat transformasi digital mengalami percepatan. Sehingga terjadi peningkatan kebutuhan talent dengan digital skills secara masif di industri era digitalisasi. 

"Jadi inilah saat pandemi, reinvent your self! Jadi kita temukan diri kita yang baru dengan cara meningkatkan skills yang dibutuhkan di era digital ini," tuturnya.

Sebagai dasar setiap orang setidaknya harus memiliki kemampuan literasi digital seperti kreatif, berpikir kritis, efektif, problem solving, paham etika, dan mengerti keamanan digital. 

Selanjutnya skills yang fungsional juga diperlukan seperti mahir menggunakan perangkat digital seperti Zoom, Google Drive, dan aplikasi lainnya untuk kolaborasi digital. "Di tahap selanjutnya ada digital skills seperti digital marketing, artificial intelegence, analis big data, hingga cyber security," pungkasnya.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti M. Arifin, Kepala Sekolah SMAN 1 Cipendeuy, Aditya Nova, Ketua Jurusan Hotel & Pariwisata, dan Rino, Kaprodi Teknik Informatika Universitas Buddhi Dharma. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Pekerja Migran Indonesia (foto Ist)

Rabu, 29 Juni 2022 - 14:21 WIB

Sedih! Muhaimin Iskandar: 3-4 Juta Pekerja Migran Indonesia Belum Jadi Peserta BP Jamsostek

Jakarta- Warga kita yang berada di luar negeri seperti Hongkong, Taiwan, Malaysia, Arab Saudi, dan lain-lain, yang tentu membutuhkan perhatian serius dan belum menjadi peserta BP Jamsostek.…

Presiden Jokowi di Ukraina

Rabu, 29 Juni 2022 - 14:21 WIB

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Tiba di Kyiv Ukraina

Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 11 jam, Kereta Luar Biasa (KLB) yang membawa Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana tiba di Peron 1 Stasiun Central Kyiv, Ukraina sekitar pukul 08.50…

Jajaran Komisaris dan Direksi BEI yang hadir pada RUPST BEI 2022. (Foto: Humas BEI)

Rabu, 29 Juni 2022 - 14:14 WIB

Iman Rachman Resmi Jadi Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Hingga 2026

Para pemegang saham PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2021 telah menyetujui pengangkatan Iman Rachman sebagai Direktur Utama BEI…

Suasana Pengisian BBM (Pertamina)

Rabu, 29 Juni 2022 - 14:01 WIB

Pembelian Pertalite Melalui Aplikasi MyPertamina Jangan Sampai Menyulitkan Rakyat Kecil di Daerah

Mulai 1 Juli 2022, pembeli BBM jenis Pertalite dan Solar subsidi harus mendaftar ke website MyPertamina atau aplikasi MyPertamina. Dengan begitu, hanya konsumen terdaftar saja yang bisa membeli…

Ilustrasi SPBU Coco

Rabu, 29 Juni 2022 - 13:59 WIB

Soal Beli Solar dan Pertalite Pakai Aplikasi! DPR: Penggunaan MyPertamina untuk Hindari Kebocoran Subsidi

Jakarta-Rencana penggunaan aplikasi MyPertamina untuk mengakses solar dan Pertalite bagi masyarakat ditujukan untuk menutup kebocoran subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang selama ini dianggarkan.…