Bikin Sedih, Geleng-Geleng Kepala! Miliki Miliaran Ton Bauksit, RI Masih Impor Aluminium 748.000 Ton

Oleh : Kormen Barus | Sabtu, 02 Oktober 2021 - 09:55 WIB

Ilustrasi Pengolahan Bauksit (Ist)
Ilustrasi Pengolahan Bauksit (Ist)

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Berdasarkan data Booklet Bauksit 2020 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengolah data USGS Januari 2020, jumlah cadangan bauksit Indonesia mencapai 1,2 miliar ton atau 4% dari cadangan bijih bauksit dunia yang sebesar 30,39 miliar ton.

Berdasarkan data Kementerian ESDM ini, jumlah sumber daya bijih terukur bauksit Indonesia mencapai 1,7 miliar ton dan logam bauksit 640 juta ton, sementara cadangan terbukti untuk bijih bauksit 821 juta ton dan logam bauksit 299 juta ton.

"Indonesia memiliki cadangan bauksit nomor 6 terbesar di dunia, artinya Indonesia berperan penting dalam penyediaan bahan baku bauksit dunia," tulis Booklet Bauksit 2020 tersebut, seperti yang dikutip industry.co.id.

Namun demikian, besarnya "harta karun" bauksit itu belum dimanfaatkan dengan optimal. Bahkan, RI masih mengimpor logam aluminium sebanyak 748 ribu ton setiap tahunnya. Padahal, negeri ini tidak perlu mengimpor aluminium bila dibangun industri pengolahan (smelter) bauksit menjadi alumina hingga aluminium.

Melansir laporan cnbc, Indonesia memiliki sumber "harta karun" bauksit yang cukup besar, bahkan cukup besar untuk masuk ke dalam peringkat keenam terbesar dunia untuk pemilik cadangan bauksit.

Adapun pemilik cadangan bijih bauksit terbesar di dunia yaitu Guinea mencapai 24%, lalu Australia menguasai 20%, Vietnam 12%, Brazil 9%, dan kemudian di peringkat kelima ada Jamaika 7%.

Alumina merupakan produk olahan dari smelter bauksit. Alumina ini merupakan bahan baku yang bisa diolah lagi menjadi aluminium. Aluminium ini memiliki manfaat dan nilai tambah besar, bisa digunakan untuk bahan baku bangunan dan konstruksi, peralatan mesin, transportasi, kelistrikan, kemasan, barang tahan lama, dan lainnya.

Bila Indonesia memiliki industri aluminium terintegrasi dari hulu atau tambang bauksit, lalu smelter alumina, dan smelter aluminium, maka bukan tak mungkin target penerimaan negara Rp 1.000 triliun dari sektor industri pertambangan bisa terwujud.

Adapun kebutuhan impor logam aluminium sebesar 748 ribu ton per tahun itu untuk memenuhi kebutuhan logam aluminium nasional yang diperkirakan mencapai sebesar 1 juta ton, sebagaimana data pada 2020.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Pembinaan Program Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Sunindyo Suryo.

Dia mengatakan, produksi aluminium PT Inalum (Persero) saat ini sebesar 250.000 ton per tahun, sehingga masih kurang untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

"Kebutuhan nasional logam aluminium pada tahun 2020 mencapai 1 juta ton. Dengan kapasitas produksi PT Inalum saat ini sebesar 250.000 ton per tahun, terdapat kekurangan sekitar 748 ribu ton logam aluminium yang diimpor," ungkapnya kepada CNBC Indonesia, dikutip Jumat (01/10/2021), seperti yang dikutip industry.co.id.

Masih kurangnya pasokan logam aluminium di dalam negeri ini artinya Indonesia perlu kembali menambah smelter aluminium baru, sehingga permintaan logam aluminium di Tanah Air ini bisa sepenuhnya dipasok dari dalam negeri.

"Kebutuhan smelter baru dengan kapasitas 3 x 250 ribu ton aluminium per tahun memerlukan biaya investasi sekitar US$ 1-2 miliar," jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, penguasaan teknologi dalam industri aluminium harus diupayakan secara bertahap. Salah satu contohnya adalah dengan membentuk suatu perusahaan domestik.

"Perusahaan domestik ini nantinya bisa menangani jasa teknik, pengadaan barang, dan konstruksi (Engineering, Procurement and Construction/ EPC) di bidang pembangunan fasilitas pengolahan-pemurnian alumina dan smelter aluminium," jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan hilirisasi industri nikel ini dianggap berhasil, maka menurutnya ke depannya hilirisasi juga akan dilakukan pada komoditas lainnya, seperti bauksit, emas, tembaga, hingga minyak sawit.

"Oleh sebab itu, tak hanya nikel saja, ke depan kita juga akan mulai untuk bauksitnya, mulai emasnya, tembaganya, hilirisasi sawitnya, sebanyak mungkin turunan-turunan dari bahan mentah itu bisa jadi minimal barang setengah jadi, syukur-syukur bisa jadi barang jadi," paparnya kepada CNBC Indonesia, Kamis (26/08/2021).

Dia mengatakan, hilirisasi industri ini merupakan salah satu dari tiga strategi besar ekonomi negara di masa depan. Dua strategi besar lainnya yaitu digitalisasi UMKM dan ekonomi hijau.

"Ke depan strategi besar ekonomi kita, strategi besar ekonomi negara, ada tiga hal yang ingin saya sampaikan, pertama hilirisasi industri, kedua digitalisasi UMKM, dan ketiga kita harus mulai masuk ke ekonomi hijau," pungkasnya. (Sumber: ESDM/CNBCIndonesia.com).

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Bakrie Amanah, Kaltim Prima Coal & Lanal Sangatta Gelar Aksi Tanam 7000 Pohon

Senin, 06 Desember 2021 - 08:00 WIB

Bakrie Amanah, Kaltim Prima Coal & Lanal Sangatta Gelar Aksi Tanam 7000 Pohon

Berkolaborasi dengan PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan Lanal Sangatta, Bakrie Amanah menggelar aksi penanaman 7000 pohon untuk memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia yang diperingati setiap…

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia

Senin, 06 Desember 2021 - 07:10 WIB

Realisasi Capai 73%, Menteri Bahlil Percaya Diri Target Investasi Tembus Rp900 Triliun di Akhir 2021

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahl Lahadalia optimis target investasi Rp900 triliun bakal tercapai pada akhir tahun 2021.

Dankormar Mayjen Mar Suhartono Serahkan Kunci Rumah Susun Surabaya

Senin, 06 Desember 2021 - 07:00 WIB

Dankormar Mayjen Mar Suhartono Serahkan Kunci Rumah Susun Surabaya

Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono didampingi Ketua Gabungan Jalasenastri Korps Marinir Ny. Etta Suhartono, menyerahkan secara simbolis kunci Rumah Susun (Rusun)…

Gedung Antam

Senin, 06 Desember 2021 - 06:09 WIB

Antam Capai Laba Tahun Berjalan Sebesar Rp 1,71 Triliun

PT Aneka Tambang Tbk atau ANTAM menunjukkan kinerja positif. Ini terlihat dari capaian laba yang dihasilkan perusahaan pelat merah tersebut sepanjang periode sembilan bulan pertama tahun 2021…

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono

Senin, 06 Desember 2021 - 06:00 WIB

Pangdam XVII Cenderawasih Papua Beri Arahan Kepada Perwira Remaja

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono, M.A memberikan pengarahan kepada para Perwira Remaja Abituren Akademi Militer (Akmil) yang akan bertugas di jajaran Kodam XVII/Cenderawasih,…