INDUSTRY.co.id - Baru-baru ini, Thailand mengumumkan akan mengurangi waktu karantina menjadi tujuh hari untuk wisatawan yang sudah divakisinasi penuh yang akan berlaku mulai Oktober. Namun, pihak berwenang masih menunda rencananya hingga November untuk mengizinkan kedatangan wisatawan yang divaksinasi tanpa karantina, karena tingkat inokulasi yang rendah di negara itu.

Selain itu juga akan menghapus aturan karantina bagi wisatawan di 10 provinsi utama termasuk Bangkok pada bulan November untuk membantu menghidupkan kembali ekonominya yang bergantung pada pariwisata.

Dilansir dari laman Indianexpress, gugus tugas Covid-19 juga menyetujui pembukaan kembali berbagai bisnis dan layanan, termasuk bioskop, tempat olahraga dan salon perawatan kuku pada 1 Oktober. Menurut juru bicara Taweesilp Visanuyothin, jam malam terbaru akan berlaku mulai pukul 22.00 hingga 04.00 waktu setempat. 

Sebelumnya, Thailand menunda dan menyesuaikan program pembukaan kembali pariwisatanya beberapa kali karena tingkat vaksinasi yang rendah dan kekhawatiran bahwa pelonggaran aturan akan memungkinkan angka pasien Covid-19 melonjak lagi. 

Keputusan terbaru oleh penanganan virus Covdi-19, yang diketuai oleh Perdana Menteri Prayuth Chan-Ocha mengatakan bahwa ini merupakan bagian dari strategi "hidup dengan Covid" untuk memulai kembali ekonomi, sambil mempertahankan infeksi pada tingkat yang tidak membanjiri sistem perawatan kesehatan Thailand. 

"Langkah ini dilakukan setelah laju inokulasi telah ditingkatkan ke populasi utama dan pusat-pusat ekonomi, dengan sebanyak 1 juta dosis diberikan setiap hari dalam seminggu terakhir," ujarnya.

Sebelum pandemi, pada 2019 sektor pariwisata Thailand menarik hampir 40 juta pengunjung setiap tahun dan menghasilkan sekitar $ 60 miliar per tahun.