INDUSTRY.co.id, Jakarta -  Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menjalin kerja sama dengan Fatoni University, Thailand, di bidang penyuluhan pencegahan penyebaran pandemi Covid-19. Keberhasilan Thailand dalam menekan penyebaran Covid-19 menjadi fokus kerjasama tersebut. 

Advertisement

Dalam kerjasama ini, para dosen dari Fatoni University Thailand diminta untuk memberikan penyuluhan kepada para santri dan siswa sekolah dasar, mengenai bagaimana cara berperilaku hidup bersih dan sehat. Cara tersebut dirasa penting untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 di kalangan siswa dan santri.  

"Thailand adalah salah satu negara di Asia Tenggara  yang patut ditiru keberhasilannya dalam pencegahan Covid-19, dikarenakan faktor budaya, pengetahuan warga akan bahaya Covid-19, dan tingkat kepatuhannya pada aturan pemerintah yang sangat tinggi. Sebagai Ibu Kota Indonesia, DKI Jakarta juga punya andil dalam menyukseskan pengentasan Covid-19. Terlebih penyebarannya di kalangan anak usia sekolah termasuk tinggi," ujar Shahibah Yuliani, seorang dosen Universitas Negeri Jakarta dalam siaran pers kepada Industry.co.id, Jumat (10/9/2021). 

Advertisement

Menurut Shahibah, Indonesia dengan tingkat populasi terbesar keempat di dunia memiliki tantangan tersendiri dalam  menghadapi pandemi Corona Virus Diseases-19 (Covid-19). Di awal tahun 2021 kasus Covid-19 di Indonesia menembus angka satu juta dan menjadi negara pertama dengan kasus tertinggi di Asia tenggara. "Karena itulah, perlu pengajaran dari kawasan lain yang berhasil menekan penyebaran pandemi."

Advertisement

Kegiatan ini mengambil lokasi di Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, yang memiliki kasus penyebaran Covid-19 tertinggi se-Jakarta. Ada tiga lembaga pendidikan yang ikut serta dalam program ini, yakni SD Muhammadiyah 09 Plus, Rumah Tahfidz Al-Maa'uun, dan Pondok Pesantren Dar El-Hufadz. 

"Kendati berada di wilayah perkotaan, kesadaran anak-anak dalam mematuhi protokol kesehatan masih kurang, karena masih terdapat anak bermain tanpa masker," ujar Shahibah. 

Advertisement

Berdasarkan masalah tersebut, untuk mencegah penyebaran Covid-19 anak usia sekolah diberikan kegiatan pelatihan ekoliterasi dan PHBS melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat dengan Skema Kolaboratif Internasional (PPM-KI) bersama Fatoni University, Thailand. 

Fasilitator dari Fatoni University, Ishlahudin, menyebutkan pencegahan penyebaran virus Covid-19 sudah dilakukan sejak fase pertamaa penyebaran atau fase Wuhan. Dengan pencegahan sejak dini, Thailand menjadi negara yang sukses dalam mencegah pandemi Covid-19. 

"Tahun 2020, di Thailand hanya 10 persen yg mengadakan pembelajaran online, 90 persen ini tatap muka," ujar Ishlahudin. Meski begitu, Islahudin kemudian mengajak para siswa, santri, dan para orangtua untuk selalu waspada. 

Dia memperingatkan mengenai mutasi virus Covid-19 fase ketiga yang bisa lebih menular ke anak-anak. Data terbaru saat itu, di Thailand bayi 2 bulan sudah tertular virus Afrika. "Kendati demikian, orang tua harus menjaga anak-anak lebih ketat lagi dan menjadi tantangan bersama agar dapat bertawakal kepada Allah, sehingga bisa terbebas dari virus Covid-19 ini."

Sementara itu, Dekan dari Fakultas Ilmu Budaya dan Sosial Fatoni University, Prof. Mahamadare Waeno memgenalkan kampus Fatoni University dan memberikan semangat kepada anak-anak agar giat belajar dan menjadi anak yang saleh.  

Kegiatan pengabdian yang berjudul Pencegahan Covid-19 Melalui Pelatihan Ekoliterasi dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Pada Anak Usia Sekolah di Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Program ini adalah program kolaborasi internasional Universitas Negeri Jakarta dengan Fatoni University, Thailand, dilaksanakan dengan empat tahap, yakni, pertama, sebagai bentuk pencegahan covid dan mengisi aktivitas di mana pandemi, tanggal 12 April 2021 peserta diberikan pelatihan ekoliterasi dalam mempraktekkan pembuatan MOL sebagai disinfektan; kedua, pada tanggal 25 Juni 2021 diadakan kegiatan penyuluhan dan dongeng ekoliterasi pencegahan Covid-19 dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS); ketiga, pada tanggal 22 Agustus 2021 peserta memanen MOL yang telah dibuat kemudian melakukan kegiatan kerja bakti dengan menggunakan MOL yang telah dipanennya.serta keempat, tanggal 5 September membuat aquaponik sebagai sarana edukasi anak selama masa PPKM
 
Rangkaian kegiatan pelaksanaan pengabdian dilakukan  secara online dan offline, menyesuaikan karakteristik peserta pelatihan dan kondisi Jakarta yang sedang PPKM (Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat).