Pahami Etika dalam Mengutip Informasi dan Karya di Internet Terkait Hak Kekayaan Intelektual

Oleh : Hariyanto | Rabu, 15 September 2021 - 14:52 WIB

Ilustrasi Berinternet (Ist)
Ilustrasi Berinternet (Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Internet dimanfaatkan dalam segala lini kehidupan, mulai dari mencari informasi, bekerja, belajar, berbelanja, hingga transaksi keuangan. Dunia komunikasi digital yang kini menjadi tempat setiap orang berinteraksi memiliki etikanya untuk mengatur tata kesopanan para penggunanya. Termasuk etika saat mengutip hasil karya orang lain di internet.

“Semua orang yang menuliskan hasil riset dan tulisan di internet memiliki Hak Keakayaan Intelektual dan kita sebagai penikmatnya saat mau mengutip sebagian atau seluruhnya wajib memberikan kredit sebagai bentuk respect kepada karya dengan cara menyebutkan sumber informasi,” kata Goretti Meiliani, Project & Planning Section Head Binus Group saat webinar Literasi Digital wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat I, pada Senin (13/9/2021).

Lebih lanjut Goretti mengatakan seseorang akan dianggap sebagai plagiat jika tidak menyertakan sumber saat mengutip. Plagiat sendiri bisa dikatakan menyontek atau menjiplak hasil karya orang lain. Hal tersebut bahkan diatur dalam Undang Undang no 19 tahun 2002 mengenai Hak Cipta. Pemilik karya tentunya akan merasa tersinggung bila ada orang yang tiba-tiba mengakui hasil karyanya.

Jadi bagaimana agar di dunia digital kita tidak melakukan plagiat? Goretti menyebut seseorang bisa meminta izin mengutip. Pencantuman sumber juga terkait data statistik untuk membuat makalah maupun essay penulisan, jangan lupa agar dicantumkan dari mana sumbernya. 

Apakah berasal dari berita, maupun blog dan siaran YouTube hal tersebut merupakan bagian dari etika dalam ruang digital yang harus menjadi budaya dan sopan santun, menghargai warga digital lainnya.

Webinar Literasi Digital di Kota Bekasi, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Dedi Suryadi, Kepala Sekolah SMA Negeri 12 Kota Bekasi, Henry V. Herlambang, CMO Kadobox dan Endah Priyati, seorang Pegiat Literasi Digital. 

 Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

KemenkopUKM jalin kerja sama dengan Kementerian UKM dan Startup Korea

Rabu, 22 September 2021 - 15:30 WIB

Dorong Startup Naik Kelas, KemenkopUKM Gandeng Kementerian UKM dan Startup Korea

Kementerian Koperasi dan UKM Indonesia bersama dengan Ministry of SMEs and Start-up Korea dan ASEM SMEs Eco-Innovation Center (ASEIC) bekerjasama dalam Ecothon Indonesia 2021.

Menparekraf Sandiaga Uno

Rabu, 22 September 2021 - 15:15 WIB

Luar Biasa! Bangun Pariwisata Indonesia, Sandiaga Uno Sukses Datangkan Investasi Capai Rp6,9 Triliun

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, memastikan investasi masih tetap mengalir ke sektor pariwisata.

Tanaman jagung

Rabu, 22 September 2021 - 15:01 WIB

Stok Jagung Ada, Segera Perbaiki Tata Kelola Perdagangan dan Jalur Distribusi

Direktur Rumah Ekonomi Rakyat Taufik Amrullah mendukung penuh upaya pemerintah dalam melakukan pemulihan ekonomi nasional termasuk yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian dalam menjaga produksi…

PT Uni-Charm Indonesia raih Sertifikat PEFC-CoC

Rabu, 22 September 2021 - 15:00 WIB

Uni-Charm Indonesia Raih Sertifikat PEFC-CoC

PT Uni-Charm Indonesia Tbk berhasil mendapatkan sertifikasi Chain of Custody (CoC) - Programme for the Endorsement of Forest Certification (PEFC) untuk produk ekspor popok bayi di 2 pabrik pada…

PT Pupuk Kaltim

Rabu, 22 September 2021 - 15:00 WIB

15 Tim Inovasi Pupuk Kaltim Raih Predikat Terbaik APQO 2021

Pupuk Kaltim merupakan salah satu dari 12 perusahaan perwakilan Indonesia, yang berkompetisi dengan 57 tim dari berbagai negara di Asia Pasifik. Setiap tim mempresentasikan berbagai terobosan…