INDUSTRY.co.id - Hoax memberi dampak besar hingga bisa memicu kepanikan di masyarakat karena sejenak percaya dengan berita bohong yang tersebar. Di masa pandemi yang diketahui banyak sekali beredar berita palsu mengenai isu kesehatan pun berdampak besar pada upaya pemerintah menanggulangi Covid-19. 

"Akhirnya kita ada yang menyepelekan Covid, nggak pakai masker abai protokol kesehatan, tidak mau vaksinasi, yang akhirnya mengancam keselamatan diri, keluarga serta lingkungan," kata Ari Budi Wibowo, Kepala Bidang Kemitraan Siberkreasi saat webinar Literasi Digital wilayah Jabar I Kabupaten Majalengka, melalui siaran pers yang diterima Industry.co.id.

Data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, rata-rata tiga sampai empat hoax baru tentang Covid-19 muncul setiap hari, sejak awal pandemi. Semua platform media sosial saat ini sudah terpapar dengan hoax, bahkan TikTok yang baru saja pun juga sudah ada. Platform Facebook diketahui menjadi media sosial tempat penyebaran hoaks yang paling besar, inilah yang mesti diwaspadai bersama. 

Dengan fakta ini, media sosial pun dapat dikatakan masih menjadi sumber utama untuk mendapatkan informasi. Sekarang ini media online menjadi sumber utama untuk mencari berita, yakni sebesar 89 persen. 

Sementara media sosial 64 persen, diikuti televisi sebesar 58 persen, dan media cetak 20 persen. Media sosial yang menjadi sumber berita di antaranya WhatsApp sebanyak 60 persen, YouTube 46 persen, diikuti Facebook 42 persen dan Instagram 38 persen. Konsumsi media sosial pun sudah dimulai sejak seseorang bangun tidur, sarapan, berangkat kerja dan menjelang tidur. 

"Kita saring-saring dulu deh sebelum sebar kemudian dan pastikan setiap ingin mengunggah informasi untuk tahu bahwa itu benar, baik, dan bermanfaat," kata Ari. 

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. 

Di webinar kali ini hadir pula narasumber lainnya yaitu Andry Hamida, Head of Creative Visual Brand Hello Monday Morning, Syarief Hidayatulloh, Digital Strategist Hello Monday Morning dan Diena Haryana, Founder SEJIWA. 

 Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.