Menko Airlangga Lagi-lagi Sampaikan Kabar Baik! 166 Pengusaha Telah Tanam Duit di KEK, Nilainya Fantastis..

Oleh : Ridwan | Selasa, 14 September 2021 - 17:55 WIB

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah akan terus menerus melakukan upaya untuk mempercepat pemulihan ekonomi.

Guna mencapai sasaran tersebut, pemerintah terus menggenjot investasi baik dari dalam maupun luar negeri dengan melakukan pengembangan industri substitusi impor, penciptaan lapangan kerja serta mendorong industri yang berorientasi ekspor.

Airlangga menjelaskan, pemerintah telah menerapkan dan menetapkan 19 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yang terdiri dari 11 kawasan industri, dan delapan pariwisata. Lebih lanjut, Airlangga mengatakan sebanyak 12 KEK telah beroperasi dan 7 KEK dalam tahap pembangunan.

"Berdasarkan evaluasi yang dilakukan realisasi investasi pembangunan kawasan telah mencapai Rp19,52 triliun. Investasi pembangunan kawasan tersebut secara akumulatif meningkatkan kinerja investasi dan 19 KEK tersebut di tahun 2021 pada bulan Juli telah mencapai Rp92,3 triliun dan realisasinya Rp32,76 triliun," ucap Airlangga dalam sebuah Webinar di Jakarta (13/9).

Menko Airlangga juga mengklaim, sudah ada 166 pengusaha atau investor yang sudah menanamkan modal di KEK dan menciptakan lapangangan kerja.

"Hingga Juli telah terdapat 166 pengusaha ataupun investor yang telah menanamkan modal di KEK, dan menciptakan lapangan kerja sebanyak 26.741 orang secara langsung dan ekspor sebesar Rp3,66 triliun," terangnya.

Sesuai dengan amanat Undang-Undang Cipta Kerja melalui PP Nomor 40 dan penyelenggaraan Kawasan Ekonomi Khusus dengan PMK Nomor 237, tentang Perlakuan Perpajakan, Kepabeanan, dan Cukai pada Kawasan Ekonomi Khusus.

Para pengusaha atau investor yang menanamkan modal di KEK akan mendapatkan sejumlah fasilitas khusus, namun untuk memperoleh fasilitas tersebut badan usaha dan pelaku usaha harus menggunakan sistem aplikasi pemerintah.

"Dengan sistem elektronik yang terintegrasi dan sistem informasi berbasis komputer, standar yang dilakukan dengan pertukaran SISNW atau single window dengan sistem pelayanan bea cukai terintegrasi dengan sistem perpajakan," ucap Airlangga.

Airlangga mengatakan, aplikasi di KEK ini dibangun dan dikembangkan oleh lembaga nasional single window, berkolaborasi dengan Sekjen Dewan Nasional KEK, Dirjen Pajak, Dirjen Bea Cukai. Untuk memberikan kemudahan badan usaha dan pelaku usaha untuk mendapatkan fasilitas di Kawasan Ekonomi Khusus.

"Hingga Agustus 2021 pemanfaatan penggunaan sistem aplikasi KEK tersebut telah dilakukan input profil dari badan usaha atau pelaku usaha sebanyak 129 profil. Terdapat 11 dokumen pengajuan master list dengan nilai sebesar Rp740 miliar dan terdapat 65 dokumen pemberitahuan jasa KEK dengan nilai transaksi mencapai Rp1,21 triliun," papar Airlangga.

Ia mengatakan, insentif Kawasan Ekonomi Khusus bukan satu-satunya faktor pendorong daya saing. Namun untuk peningkatan daya saing Airlangga mengatakan, Kawasan Ekonomi Khusus perlu dilakukan.

"Oleh karena itu pembangunan dilakukan dengan berbagai strategi, yaitu mendorong produk berorientasi ekspor yang memiliki supply chain global, seperti industri fashion, furniture, otomotif, baja, elektronik dan tekstil. Dan tentu kita harus melakukan otomatisasi dengan pengembangan Industri 4.0 untuk meningkatkan produktivitas di berbagai industri," tutup Airlangga.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

KemenkopUKM jalin kerja sama dengan Kementerian UKM dan Startup Korea

Rabu, 22 September 2021 - 15:30 WIB

Dorong Startup Naik Kelas, KemenkopUKM Gandeng Kementerian UKM dan Startup Korea

Kementerian Koperasi dan UKM Indonesia bersama dengan Ministry of SMEs and Start-up Korea dan ASEM SMEs Eco-Innovation Center (ASEIC) bekerjasama dalam Ecothon Indonesia 2021.

Menparekraf Sandiaga Uno

Rabu, 22 September 2021 - 15:15 WIB

Luar Biasa! Bangun Pariwisata Indonesia, Sandiaga Uno Sukses Datangkan Investasi Capai Rp6,9 Triliun

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, memastikan investasi masih tetap mengalir ke sektor pariwisata.

Kejahatan Siber (Foto Dok Jatim Times)

Rabu, 22 September 2021 - 15:05 WIB

Ancaman Kejahatan Siber dan Perlindungan Korbannya di UU ITE

Kejahatan siber yang menargetkan komputer, internet, jaringan, dan teknologi merupakan segala kejahatan yang dilakukan dengan menggunakan sarana, sistem dan jaringan komputer seperti perdagangan…

Tanaman jagung

Rabu, 22 September 2021 - 15:01 WIB

Stok Jagung Ada, Segera Perbaiki Tata Kelola Perdagangan dan Jalur Distribusi

Direktur Rumah Ekonomi Rakyat Taufik Amrullah mendukung penuh upaya pemerintah dalam melakukan pemulihan ekonomi nasional termasuk yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian dalam menjaga produksi…

PT Uni-Charm Indonesia raih Sertifikat PEFC-CoC

Rabu, 22 September 2021 - 15:00 WIB

Uni-Charm Indonesia Raih Sertifikat PEFC-CoC

PT Uni-Charm Indonesia Tbk berhasil mendapatkan sertifikasi Chain of Custody (CoC) - Programme for the Endorsement of Forest Certification (PEFC) untuk produk ekspor popok bayi di 2 pabrik pada…