Waduh, Jutaan Masyarakat Nggak Bisa ke Mal Karena Tak Bisa Unduh PeduliLindungi, Puan Maharani: Jangan Diskriminasi...

Oleh : Candra Mata | Senin, 13 September 2021 - 15:53 WIB

Ketua DPR Puan Maharani
Ketua DPR Puan Maharani

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Ketua DPR RI Dr. (H.C) Puan Maharani menegaskan tidak boleh ada diskriminasi pada masyarakat, karena ketidakmampuan memiliki smartphone untuk pengunduhan aplikasi terkait vaksinasi Covid - 19.

Menurut Puan, hak rakyat hilang saat penanganan Pandemi Covid-19 hanya karena yang bersangkutan tidak bisa mengunduh aplikasi digital PeduliLindungi, yang kini menjadi persyaratan banyak hal, termasuk mengakses ruang publik seperti Mal.

“Kita tahu tidak semua masyarakat Indonesia memiliki smartphone sehingga bisa mengunduh aplikasi PeduliLindungi. Karenanya, pemerintah harus memikirkan mekanisme lain bagi masyarakat yang tidak memiliki,” kata Puan dalam keterangannya dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Senin (13/9/2021).

Berdasarkan data Newzoo, pengguna ponsel pintar di Indonesia pada 2020 mencapai 160,23 juta orang. 

Jika menurut data BPS jumlah penduduk Indonesia pada 2020 berjumlah 270,20 juta jiwa. Artinya, masih ada 109,97 juta jiwa penduduk yang tidak memiliki ponsel pintar.

“Seratus juta lebih penduduk Indonesia yang tidak memiliki smartphone ini tidak boleh berkurang atau hilang haknya di saat pandemi, hanya karena belum memiliki alat pengunduh aplikasi digital tersebut,” tegas Puan.

Apalagi, lanjut Puan, jika masyarakat yang tidak memiliki ponsel pintar tersebut sudah taat menjalani vaksinasi Covid-19. 

Menurutnya, masyarakat yang sudah taat divaksin namun tidak memiliki ponsel pintar untuk mengunduh PeduliLindungi, harus mendapat apresiasi yang sama dengan yang memiliki ponsel dan sudah mengunduh aplikasi tersebut.

“Jangan hanya karena mereka tidak punya smartphone dan tidak bisa mengunduh PeduliLindungi, jadi tidak bisa masuk mal, tidak boleh melakukan perjalanan, dan sebagainya. Diskriminasi masyarakat karena kepemilikan smartphone dan pengunduhan aplikasi ini tidak boleh terjadi,” tegas Puan. 

Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, diskriminasi juga tidak boleh terjadi kepada masyarakat yang sudah divaksin dan memiliki ponsel pintar, namun belum mau mengunduh PeduliLindungi dengan alasan keamanan data pribadi. 

Menurut Puan, alasan tersebut tidak berlebihan karena dugaan kebocoran data pribadi lewat aplikasi tersebut sempat mencuat.

“Meskipun pemerintah sudah menjamin keamanan data pribadi, namun pemerintah harus tetap menghargai mereka yang bersikap seperti itu karena memang regulasi perlindungan data pribadi yang mengikat masih disusun. Jadi harus dicari juga mekanisme lainnya untuk ini,” tandas Puan. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Imunisasi pada Anak (Foto Dok Halodoc)

Rabu, 22 September 2021 - 16:00 WIB

Imunisasi Anak Penting, Telekonsultasi Dapat Dimanfaatkan

Melaksanakan protokol kesehatan di masa Pandemi Covid-19 merupakan hal baku untuk tetap dipatuhi. Namun, jika jadwal imunisasi pada anak akan berlangsung, tentu hal tersebut harus dipenuhi para…

Aplikasi Media Sosial (Ist)

Rabu, 22 September 2021 - 15:50 WIB

5 Hal yang Perlu diketahui Sebelum Posting di Medsos

Dari 275 penduduk Indonesia, sebanyak 202,6 juta telah menggunakan internet dengan 170 juta di antarany telah aktif di media sosial. Hal yang mengagetkan, jumlah gadget atau perangkat mobile…

KemenkopUKM jalin kerja sama dengan Kementerian UKM dan Startup Korea

Rabu, 22 September 2021 - 15:30 WIB

Dorong Startup Naik Kelas, KemenkopUKM Gandeng Kementerian UKM dan Startup Korea

Kementerian Koperasi dan UKM Indonesia bersama dengan Ministry of SMEs and Start-up Korea dan ASEM SMEs Eco-Innovation Center (ASEIC) bekerjasama dalam Ecothon Indonesia 2021.

Menparekraf Sandiaga Uno

Rabu, 22 September 2021 - 15:15 WIB

Luar Biasa! Bangun Pariwisata Indonesia, Sandiaga Uno Sukses Datangkan Investasi Capai Rp6,9 Triliun

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, memastikan investasi masih tetap mengalir ke sektor pariwisata.

Kejahatan Siber (Foto Dok Jatim Times)

Rabu, 22 September 2021 - 15:05 WIB

Ancaman Kejahatan Siber dan Perlindungan Korbannya di UU ITE

Kejahatan siber yang menargetkan komputer, internet, jaringan, dan teknologi merupakan segala kejahatan yang dilakukan dengan menggunakan sarana, sistem dan jaringan komputer seperti perdagangan…