INDUSTRY.co.id - COWL berharap, prospek bisnis Perseroan pada tahun 2017 akan lebih baik dibandingkan pada tahun 2016. Hal itu karena adanya berbagai stimulus ekonomi yang diterapkan Pemerintah pada tahun 2016

Advertisement

Kendati terjadi perlambatan ekonomi secara global yang terjadi sejak beberapa tahun lalu dan menyebabkan lesunya penjualan sektor properti Indonesia dalam tiga tahun belakangan, PT Cowell Development Tbk (Kode Saham: COWL), perusahaan pengembang properti berskala besar di Indonesia,dinilai mampu bertahan di tengah lesunya kondisi perekonomian secara global inidengan baik.

Dimana, seluruh pengembangan dan pembangunan proyek-proyek propertinya berjalan sesuai rencana. Beberapa proyek yang dikembangkan perseroan seperti apartemen The Oasis di Cikarangyang telah diserah terimakan di akhir tahun 2015, proyek apartemen Lexington Residenceyang telah topping off di kuartal ke tiga 2016, mixed use Borneo Paradiso di Balikpapan Kalimantan Timur, yangbeberapa cluster landed housenyatelah habis terjualdan dihuni.

Advertisement

Dalam paparan Media, usai RUPS Tahunan di Jakarta, pekan lalu, Presiden Direktur PT Cowell Development Tbk - Edhi Sutanto mengatakan, Meskipun secara umum kondisi bisnis properti dalam dua tahun terakhir mengalami penurunan, namunmunculnya berbagai kebijakanstrategis yang dilakukanPemerintah dan Bank Indonesia (BI)seperti :LTV Inden, Tax Amnesty, BI Rate yang rendah, Pajak PPH, DIRE (Dana Investasi Real Estate), dan regulasi kepemilikan asingdinilai cukup membantu peningkatan daya beli masyarakat sehinggamanajemen Perseroan mampu menyiasati dengan baikdanmembukukannilai penjualan sebesar 570 Milliarpada tahun 2016.

Ya kendati kondisi sektor properti dalam tiga tahun mengalami penurunan, namun tidak menyurutkan Perseroan untuk terus meningkatkan kinerja bisnis di tengah tantangan yang ada,ujarnya.

Advertisement

Bicara soal sektor properti, Edhi melihat, pasar properti Indonesia tetap menjadi primadona sebagai investasi jangka panjang yang menjanjikan. Apalagi hargayang terus menanjak, sampai dengan pemasukan pasif yang bisa di dapat dari hasil sewa.

Ya serangkaian program tersebut tentu akan memberikan sentimen positif oleh para pelaku pasar. Tax Amnesty dengan beberapa regulasi Pemerintah lainnya pun bisa menjadi momen titik balik yang luar biasa untuk kondisi properti di tahun 2017. ujarnya.

Advertisement

Sementara itu, Darwin F. Manurung Direktur COWL menyatakan, tahun 2017, Cowell akan melakukan ekspansi dan membangun proyek baru. Tekad untuk melakukan ekspansi tersebut, dengan melihatAnimo masyarakat yang tinggi dan respons pasar terhadap produk hunian yang dibangunCowell Development padatahun lalu, membawa keyakinan dan optimistis bahwa tahun2017ini tetapakantumbuh danberprospekcerah. Apalagi kataDarwin, tahun ini pihaknya meluncurkan lima proyek baru di beberapa lokasi dan mayoritas yang dibangun adalah hunian apartemen. Proyek itu mencakup di Jakarta, Bogor dan sejumlah lokasi lainnya.

Cowell masih menanti momen yang tepat untuk meluncurkan proyek baru. Pertimbangan utama perusahaan itu adalah efek gulir dari kebijakan pengampunan pajak alias tax amnesty yang diharapkan bisa membawa banyak dana tunai ke Indonesia, dan dibelanjakan untuk membeli properti. Meskipun tak menelurkan proyek anyar, Cowell optimistis bisa memenuhi target pertumbuhan 10%,ujanya.

Hingga kini, Cowell masih memiliki landbank alias tabungan lahan sekitar 70- 80hektare (ha). Landbank terluas berada di proyek Borneo Paradiso. "Ada rencana akuisisi landbank, pilihan kami masih di kota," ujar Darwin.

Manajemen COWL berharap, prospek bisnis Perseroan pada tahun 2017 akan lebih baik dibandingkan pada tahun 2016. Hal itu karena adanya berbagai stimulus ekonomi yang diterapkan Pemerintah pada tahun 2016, antara lain pelaksanaan percepatan pembangunan infrastruktur, penurunan tingkat suku bunga pinjaman, pernyataan Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa PDB Indonesia pada triwulan keempat 2016 tumbuh 5,04% dibandingkan periode yang sama pada 2015. Persentase kenaikan tersebut merupakan yang tertinggi sejak tahun 2015 lalu.

Oleh karena itu, Edhi menambahkan, Perseroan pada tahun 2017 masih memprioritaskan pengembangan rumah tapak (landed houses) karena risiko bisnis yang lebih rendah ketimbang produk properti lainnya. Selain itu, Perseroan juga akan melakukan ekspansi bisnis yang lebih selektif serta terus memusatkan perhatiannya pada penyelesaian pembangunan berbagai produk properti yang sedang berlangsung. Perseroan akan terus melanjutkan pengembangan proyek Borneo Paradiso di Balikpapan, Kalimantan Timur. Proyek berkonsep properti terpadu (mixed used) tersebut dikembangkan di atas lahan seluas 120 hektar.

Perseroan juga akan menyelesaikan proyek Lexington Residence, yaitu proyek apartemen yang dikembangkan di atas lahan seluas 1,1 hektar di kawasan Jalan Deplu Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Saat ini,ke dua tower tersebut sudah melewati proses Topping Off, dan target perseroan selesai di tahun 2017.

PT Cowell Development Tbk merupakan perusahaan yang bisnisnya bergerak di bidang pengembangan kawasan perumahan dan bangunan komersial. Perseroan yang didirikan di Jakarta pada 25 Maret 1981 tersebut melaksanakan Penawaran Umum Perdana Saham (PUPS) pada tahun 2007 dengan mengeluarkan saham baru dari portepel sebanyak 250 juta lembar saham sehingga total saham yang ditempatkan dan disetor penuh saat ini mencapai 75 miliar lembar saham.

Pada tahun 1984, Perseroan mengembangkan kawasan perumahan Melati Mas Residence (d/h Vila Melati Mas) di Serpong. Kesuksesan mengembangkan kawasan perumahan ini, mendorong Perseroan kembali mengembangkan tiga proyek residensial utama di Serpong, yakni Serpong Park, Serpong Terrace dan Laverde. Perseroan melalui anak usahanya, PT Sandi Mitra Selaras, juga mengembangkan proyek Apartemen Westmark di Jakarta Barat untuk segmen menengah atas. Perseroan juga mengembangkan proyek residensial Borneo Paradiso di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Seiring dengan peningkatan kebutuhan tempat tinggal dan hunian, Perseroan mengembangkan proyek Apartemen The Lexington Residence di Jalan Deplu, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, melalui anak usahanya PT Satria Pusaka Permata Perkasa. Perseroan juga mengembangkan kawasan terpadu (superblock) The Oasis di Cikarang, Jawa Barat, melalui anak usahanya PT Nusantara Prospekindo Sukses.

Perseroan melalui anak usahanya PT Plaza Adika Lestari juga mengelola dan mengembangkan bisnis pusat perbelanjaan Plaza Atrium Senen dan gedung perkantoran Cowell Tower di Jakarta Pusat. Kinerja bisnis properti residensial dan komersial Perseroan secara keseluruhan cukup menggembirakan dan hal itu diharapkan dapat terus mendorong Perseroan menjadi salah satu perusahaan properti terbesar di Indonesia.