INDUSTRY.co.id - Bagi Anda yang ingin menjadikan emas sebagai instrumen investasi di tahun 2017 ada baiknya untuk mencermatinya saat berpeluang turun atau stuck dalam angka tertentu yang cukup lama.

"Harga emas masih terpuruk, sementara rupiah mulai menguat terhadap mata uang dolar Amerika Serikat. Harga emas kita saat ini sudah terkoreksi sekitar Rp18.000 per gram dibandingkan posisi satu hingga dua minggu kemarin," kata pengamat ekonomi Gunawan Benjamin, Selasa (13/12/2016).

Dikatakannya, saat ini terjadi pelemahan harga emas dunia yang bertengger di kisaran US$1.170 per troy ons dan terdapat penguatan rupiah dari posisi sekitar sepekan lalu di kisaran Rp13.500 an menjadi di kisaran Rp13.318 per dolar AS. Ia memprediksi tekanan terhadap harga emas belum akan meredup hingga akhir tahun 2016 ini.

Sejumlah proyeksi terhadap logam mulia sejauh ini, tegasnya, masih memandang emas sebagai instrumen yang kurang menjanjikan di tahun 2017 mendatang.

"Kecuali nantinya ada kejutan terkait kebijakan atau permintaan tertentu yang bisa mengubah ekspektasi emas di tahun depan, namun sejauh ini ekspektasi terkait logam mulia tersebut masih minim sekali, khususnya ekspektasi terkait dengan pemulihan harga emas itu sendiri," pungkasnya.