INDUSTRY.co.id - Jakarta - Sejumlah kalangan pengusaha kondang di Tanah Air menemui Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta (8/9).
Adapun sejumlah pengusaha yang hadir antara lain, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi Sukamdani, Ketua Umum Asosiasi Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja, serta Ketua Umum Apsisiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey.
Turut hadir mendampingi sejumlah pengusaha, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Dalam pertemuan tersebut, kalangan pengusaha kembali meminta 'bantuan' berupa keringanan kepada Jokowi. Misalnya, yang berkaitan dengan relaksasi restrukturisasi kredit perbankan.
"Ada permintaan agar POJK yang sudah diperpanjang ini direalisasikan di sektor koperasi, baik itu koperasi menengah ke atas maupun UMKM," kata Airlangga
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memang telah memperpanjang masa relaksasi restrukturisasi kredit perbankan selama satu tahun terhitung sejak 31 Maret 2022 hingga 3 Maret 2023.
Selain itu, kalangan pengusaha juga mengeluhkan terkait dengan arus logistik. Pengusaha meminta pemerintah mengkaji lebih jauh kenapa biaya logistik menjadi semakin mahal.
"Karena kenaikan logistik, termasuk kontainer ini merupakan kejadian di level global akibat pandemi Covid. Maka tadi usulan para pemilik kontainer ini dikumpulkan dan diminta bantuan agar bisa membantu," teran Menko Airlangga.
Sementara pengusaha yang bergerak di bisnis ritel, kata Airlangga, kembali meminta bantuan fiskal kepada pemerintah, kendati selama ini mereka sudah mendapatkan berbagai macam bantuan.
"Pemerintah sudah memberikan beberapa pembebasan termasuk PPN ditanggung pemerintah. Sektor ritel masih meminta beberapa fasilitas lain terkait PPh dan pemerintah akan mencatat dan mengkaji," jelasnya.
Terakhir, para pengusaha meminta pemerintah untuk mengkaji lagi basis perhitungan pembayaran royalti musik serta yang berkaitan dengan rencana pengembangan waralaba.
"Tentu ke depannya, bagaimana kita mendorong pengusaha ini untuk meningkatkan kegiatan ekonominya sehingga angka penganggurannya bisa kita turunkan," tutupnya.