INDUSTRY.co.id, Jakarta- PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) Entitas Anak PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dan anggota kelompok properti terkemuka Sinar Mas Land sepanjang enam bulan pertama berhasil membukukan Pendapatan Usaha sebesar Rp 701,27 miliar, mendekati angka tahun lalu Rp717,76 miliar.
Pendapatan konsolidasian ini bersumber dari 5 (lima) segmen pendapatan DUTI yakni: 1) penjualan tanah, rumah tinggal dan ruko, 2) sewa, 3) hotel, 4) Arena Rekreasi dan 5) lain-lain.
Emiten yang merupakan pionir pusat perbelanjaan mixed used strata title dengan brand ITC tersebut mendapat kontribusi pendapatan tertinggi dari
segmen Penjualan tanah, rumah tinggal dan ruko yakni Rp398,32 miliar tumbuh 10,59%, dibandingkan tahun lalu sebesar Rp360,19 miliar.
Bahkan 52% diantaranya bersumber dari penjualan residensial.
Kawasan residensial yang ditawarkan mendapat respon positif dari masyarakat. Penjualan tersebut diantaranya bersumber dari proyek Kota Wisata, Grand Wisata, Taman Banjar Wijaya, Kota Bunga dan lainnya.
Kebijakan pemerintah untuk memberikan keringanan dan pembebasan PPN hingga akhir Desember 2021 turut memberikan sentimen positif kepada calon pembeli, baik untuk rumah siap huni dengan harga hingga Rp2 miliar untuk bebas PPN 100% maupun harga di atas Rp2 miliar hingga Rp5 miliar untuk keringanan PPN 50%.
Segmen sewa merupakan kontributor pendapatan terbesar kedua, yakni sebesar Rp232,20 miliaR, melemah 15% dibandingkan tahun lalu sebesar
Rp273,46 miliar dan segmen lain-lain melemah 5% menjadi Rp66,08 miliar dibandingkan tahun lalu Rp69,49 miliar.
“Kami selalu berupaya memperkuat komposisi pendapatan, baik itu Mendapatan penjualan maupun pendapatan berulang (recurring revenue). Hal
tersebut kami capai melalui strategi diversifikasi portofolio sehingga kami tidak tergantung kepada satu segmen tertentu, seperti ITC semata. Akan tetapi, kami memiliki beragam segmen seperti segmen perumahan, superblok, gedung kantor dan pusat perbelanjaan serta hotel dan arena rekreasi.”
jelas Teky Mailoa, Direktur Utama DUTI.
Selain melakukan diversifikasi portofolio berdasarkan produk, Emiten yang 88,56% sahamnya dimiliki oleh BSDE tersebut juga melakukan diversifikasi portofolio berdasarkan wilayah. Saat ini, proyek DUTI tersebar di tiga kota
besar di Indonesia yakni Jabodetabek, Semarang dan Surabaya.
Di area Jabodetabek, DUTI memiliki dan mengelola beberapa proyek properti seperti Sinarmas Land Plaza Tower 2 & 3, Grand Wisata, Kota Wisata,superblok ITC, Legenda Wisata, Apartemen Aerium, Southgate TB Simatupang dan lainnya.
Sedangkan di Semarang memiliki DP Mall dan Rooms Inc. Bergeser ke urabaya, memiliki Klaska Residence, ITC Surabaya, Benowo dan Tanjung Sari (dalam rencana pengembangan).
“Melalui sebaran produk dan wilayah, kami berupaya mempertahankan proposi 50:50 antara pendapatan penjualan dan pendapatan berulang
(recurring revenue). Diversifikasi portofolio tersebut kami lakukan secara organik maupu anorganik”, papar Teky.
Salah-satu contoh keberhasilan DUTI dalam berinventasi juga dapat dilihat dari akun Pendapatan Lain-lain. Pada triwulan II - 2021, DUTI membukukan pendapatan lain-lain sebesar Rp154 miliar. Angka tersebut bersumber dari
strategi manajemen untuk meningkatkan kepemilikan saham di Entitas Anak yakni PT Itomas Kembangan Perdana.
Dengan tambahan dari pendapatan lain-lain, Laba Bersih yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk melonjak sebesar 81,37% menjadi
Rp285,44 miliar dibandingkan pencapaian tahun lalu (yoy) sebesar Rp157,38 miliar.
“Untuk melanjutkan pertumbuhan berkelanjutan di tahun 2021, kami tetap fokus pada pengembangan residensial, komersial dan hiburan. Per 30 Juni
2021, DUTI memiliki persediaan real estat sebesar total Rp3,69 triliun,”ujarnya.
Persediaan real estat tersebut terdiri dari Tanah dan bangunan yang siap dijual senilai Rp601,69 miliar, Bangunan yang sedang di konstruksi senilai Rp1,96
triliun dan Tanah yang sedang dikembangkan senilai Rp1,14 triliun. Total nilai tersebut belum dikurangi Cadangan kerugian penurunan nilai persediaan sebesar Rp5,51 miliar.
Persediaan tanah dan bangunan yang siap jual dengan nilai tertinggi adalah Mega ITC Cempaka Mas senilai Rp118,31 miliar, kemudian Grand Wisata senilai Rp99,51 miliar, Mangga Dua Rp93,54 miliar dan ITC Depok senilai Rp87,19 miliar.
Adapun Bangunan yang sedang dikonstruksi dengan nilai terbesar antara lain; Southgate senilai Rp875,26 miliar, kemudian Aerium Rp442,28 miliar, Klaska Residence 368,35 miliar, Taman Banjar Wijaya Rp113,53 miliar dan Kota Wisata senilai Rp84,44 miliar.
Sedangkan cadangan real estat untuk kategori Tanah yang sedang dikembangkan, nilai tertinggi berlokasi di Kota Wisata Rp343,04 miliar, kemudian Grand Wisata Rp263,98 miliar, Aerium Rp149,18 miliar, Legenda Wisata Rp110,88 miliar dan selanjutnya berlokasi di Taman Banjar Wijaya
senilai Rp91,33 miliar.
Sebagai bagian dari pengembang terpercaya dan terkemuka di Indonesia, Sinar Mas Land, DUTI senantiasa berupaya menciptakan nilai tambah
(value added) untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan. Dengan cadangan persediaan yang mencapai Rp3,69 triliun, akan menjadi sebagai sumber pendapatan DUTI di masa mendatang.