INDUSTRY.co.id - Jakarta, Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Profesor Zubairi Djoerban angkat suara terkait pertanyaan dari sejumlah wartawan terkait situasi Indonesia yang akan mengalami kondisi endemi bahkan hiperendemi Covid-19.
Menurutnya, semua orang pasti juga berharap pandemi Covid-19 bisa hilang. Seperti Variola.
"Bukan hanya endemi atau hiperendemi. Tapi, Indonesia dan dunia itu masih menghadapi—di antaranya HBV dan HIV. Bahkan HIV sudah 40 tahun menjadi “teman” kita," ujarnya seperti dikutip redaksi INDUSTRY.co.id dari keterangan di akun Twitter miliknya @profesorzubairi pada Rabu (1/9/2021).
Dikatakannya lebih lanjut, hingga saat ini belum ada pertanda bahwa Indonesia akan mengalami hiperendemi.
"Bicara saat ini saja dulu. Peta seluruh dunia ya pandemi. Naik turun. Belum ada yang endemi dan juga hiperendemi. Termasuk Indonesia," tegasnya.
Namun demikian, Ia mengakui bahwa situasi kasus Covid-19 sebenarnya di Indonesia pada saat ini sudah mulai berangsur terkendali. Meskipun angka kasus kematian masih relatif tinggi.
"Sudah mulai turun. Sekarang rumah sakit mulai sepi. Positivity rate turun signifikan. Namun angka kematian kita masih tinggi. Ini yang menjadi catatan,"
Adapun terkait anggapan Covid-19 akan menjadi endemi, Prof Zubairi tak menampiknya.
"Mungkin. Tapi sepertinya masih panjang. Masih lama. Dua sampai tiga tahun lagi. Bisa jadi juga akan jadi hiperendemi," ujarnya.
Namun, menurutnya virus Covid-19 akan bernasib sama seperti virus lain seperti HIV AIDS.
"Kayak HIV. Kayak penyakit-penyakit virus lain yang masih ada di bumi," ujarnya.
"Kalau berharap Covid-19 musnah, nyaris enggak mungkin," sambung Zubairi.
Untuk itu, Ia meminta agar masyarakat senantiasa waspada dan segera melakukan vaksinasi Covid-19.
"Yang penting tetap sadar, kita ini masih fase pandemi. Tetap hati-hati dan segera vaksin," pungkas Zubairi.