Impor Keramik Semakin Menggila, Asaki Desak Pemerintah Gerak Cepat Perpanjang Safeguard

Oleh : Ridwan | Selasa, 17 Agustus 2021 - 09:45 WIB

Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto
Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) mendesak pemerintah 'gerak cepat' untuk memperpanjang Safeguard ubin keramik yang akan berakhir pada bukan Oktober 2021.

Pasalnya, serbuan produk impor keramik dari China dan India yang masuk ke Indonesia semakin menggila dan mengkhawatirkan di semester I/2021.

Berdasarkan catatan Asaki, angka pertumbuhan impor produk keramik asal China melejit hingga 101% dan India sebesar 18%. Hal tersebut dikarenakan menurunnya angka presentase pengenaan Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) pada level 19%.

"Kami sudah mengirim surat kepada Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) agar kebijakan safeguard diperpanjang dan besaran pengenaan BMTP yang lebih optimal," kata Ketua Umum Asaki Edy Suyanto kepada INDUSTRY.co.id di Jakarta, Selasa (17/8/2021).

Menurut Edy, dukungan dan atensi pemerintah sangat dibutuhkan guna melindungi dan menguatkan industri keramik nasional, dimana industri keramik memiliki potensi dan kemampuan produksi yang sangat besar namun sampai saat ini masih tercatat memiliki idle capacity 25% atau sekitar 125 juta m2.

"Angka tersebut menunjukkan kemampuan Asaki untuk mensubstitusi semua kebutuhan keramik impor yang mana berkisar 70-80 juta m2/tahun," terangnya.

Lebih lanjut, Edy mengatakan, Asaki masih cukup optimis kinerja industri keramik nasional akan semakin membaik pada paruh kedua tahun 2021, dengan mengoptimalkan peluang pasar dalam negeri melalui kerja sama Asaki dengan REI dan asosiasi pengembang lainnya dalam pemanfaatan produk bahan bangunan lokal.

Selain itu, Asaki juga mengapresiasi langkah Kemenperin dalam meningkatkan kompetensi dan skill SDM melalui vokasi pendidikan keramik setara D1, serta dukungan dari Kementerian PUPR berupa pelarangan pemanfaatan produk impor bahan bangunan untuk konstruksi dan properti.

"Untuk itu, Asaki hanya sedikit merevisi turun target tingkat utilisasi produksi di tahun 2021 dari 75% menjadi 70% dengan mempertimbangkan dampak dari PPKM Darurat dan peningkatan angka impor," papar Edy.

Disisi lain, lanjut Edy, kinerja industri keramik nasional sampai dengan semester I/2021 masih 'on the track' sesuai proyeksi, dimana kapasitas produksi nasional sampai dengan bulan Juli 2021 berada di level 75%, hanya sedikit mengalami penurunan di bulan Agustus 2021 ke level 65% akibat penerapan PPKM Darurat.

"Kinerja ciamik industri keramik nasional sampai dengan semester I/2021 menunjukkan efektifitas dari kebijakan pemerintah memberikan stimulus harga gas sebesar USD 6 per MMBTU yang berlaku mulai April 2020 melalui KepmenESDM nomor 89K," tuturnya.

Menurutnya, sebagai katalis positif utama harga gas USD 6 per MMBTU membantu pemulihan industri keramik yang lebih cepat di tengah gangguan resesi perekonomian akibat pandemi Covid-19 dan membaiknya daya saing industri keramik nasional, dimana tercermin juga lewat kinerja ekspor keramik tahun 2020 yang mampu bertumbuh hingga 30% dan semester I/2021 juga kembali tumbuh 23%.

"Kinerja ekspor tersebut ditopang oleh peningkatan penjualan ke negara tujuan seperti Filipina, Malaysia, dan Australia," kata Edy.

Edy juga memastikan bahwa Asaki berkomitmen untuk menyerap pemanfaatan gas yang lebih banyak dengan mengoptimalkan utilisasi produksi keramik nasional dimana sebelumnya berkisar 60-65 BBTUD di 2019 sampai 2020 dan saat ini berada di atas 80 BBTUD.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Budi Hikmat, Kepala Makro Ekonomi dan Direktur Strategi Investasi PT Bahana TCW Investment Management,

Senin, 25 Oktober 2021 - 10:42 WIB

Surplus Neraca Perdagangan RI Perkuat Perekonomian Indonesia dan Kepercayaan Investor Asing

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca perdagangan Indonesiakembali surplus US$ 4,37 miliar pada September 2021, sehingga secara akumulatif sembilan bulan tahun ini mencapai surplus sebesar…

Ilustrasi Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM)

Senin, 25 Oktober 2021 - 10:40 WIB

Kemenkop UKM Diminta Komisi VI Evaluasi Penyaluran BPUM, Enggak Tepat Sasaran?

Anggota Komisi VI DPR RI Haeny Relawati Rini Widyastuti berharap agar Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) dapat menyalurkan Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM)…

Anggota Komisi IX DPR RI drg. Putih Sari

Senin, 25 Oktober 2021 - 10:31 WIB

Penumpang Pesawat Wajib PCR, DPR Cantik Ini Geleng-geleng! Makin Susut Covid-19 Kok Aturannya Makin Ribet

Anggota Komisi IX DPR RI Putih Sati menyoroti soal kebijakan pemerintah yang mewajibkan tes PCR bagi penumpang pesawat.  Padahal diketahui sebelumnya syarat perjalanan udara cukup hasil tes…

Ilustrasi Foto ATM Bank Banten di Lebak

Senin, 25 Oktober 2021 - 10:25 WIB

Dukung Bulan Inklusi Keuangan, Bank Banten Hadirkan ATM Bagi Warga Baduy

PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten / BEKS) mendukung penuh penyelenggaraan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2021 sepanjang Oktober ini dengan menghadirkan ATM bagi masyarakat Baduy…

Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto

Senin, 25 Oktober 2021 - 10:12 WIB

AH For President Menggema! Ketum Airlangga: Tujuan Akhir Partai Golkar adalah Menciptakan Rakyat yang Sehat, Maju, dan Sejahtera

Menko Perekonomian sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengunggah sejumlah momen puncak HUT Partai Golkar ke-57 yang diadakan di plataran Kantor DPP Partai Golkar. Dalam momen…