Komplek Petrokimia CAP2 Bakal Dongkrak Produksi Capai 8 Juta Ton per Tahun

Oleh : Ridwan | Rabu, 11 Agustus 2021 - 14:00 WIB

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA)
PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP) resmi memilih Thai Oil Public Company Limited (Thaioil), kilang Refinery unggulan dari PTT Public Company Limited (PTT) sebagai investor strategis perseroan.

Perseroan mengakui, pemilihan Thaioil sebagai investor strategis telah melalui proses yang sangat ketat.

Direktur Sumber daya Manusia dan Urusan Korporat sekaligus Sekretaris Perusahaan Chandra Asri Suryandi mengatakan, Thaioil terpilih dengan mempertimbangkan penyelarasan strategis, nilai sinergis, prinsip kemitraan, manajemen dan kesesuaian teknologi. 

"Secara keseluruhan, Thaioil memiliki kecocokan terkuat dalam pengetahuan teknis dan keahlian di industri ini, termasuk mengenai manajemen, keuangan dan keahlian teknis," katanya di Jakarta, kemarin.

Kerja sama ini akan dilanjutkan dengan penambahan modal di CAP melalui Penawaran Umum Terbatas yang akan diajukan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Dengan adanya kerja sama tersebut, total CAP akan menerima investasi sebesar 1,7 miliar dollar AS atau setara Rp 24,6 triliun (asumsi kurs Rp 14.500 per dollar AS).

Pendanaan tersebut akan digunakan untuk membangun kompleks petrokimia terintegrasi kedua CAP, melalui anak perusahaannya, PT Chandra Asri Perkasa (CAP2) yang antara lain akan terdiri dari unit cracker, polymerized olefins serta fasilitas dan utilitas terkait.

Pelaksanaan investasi akan dilakukan melalui skema right issue, dimana Thaioil akan berinvestasi 1,3 miliar dollar AS untuk memperoleh 15 persen kepemilikan saham CAP.

Sementara itu SCG Chemicals, sebagai salah satu pemegang saham utama CAP akan mempertahankan sekitar 30,57 persen dari kepemilikan saham CAP.

"Dana yang kami kumpulkan melalui right issue ini akan digunakan untuk pengembangan dan pembangunan kompleks petrokimia terintegrasi skala global kedua di Indonesia (CAP2)," terangnya.

"Dengan kompleks kedua ini diharapkan dapat memenuhi pertumbuhan permintaan domesik Indonesia yang terus meningkat, mendukung visi pemerintah untuk Industri 4.0 dan menciptakan karir jangka panjang yang bernilai tinggi," sambung Suryandi.

Investasi di CAP2 diproyeksikan sekitar USD 5 miliar. Konstruksi diperkirakan akan memakan waktu 4 sampai 5 tahun dengan menciptakan 25.000 lapangan pekerjaan selama periode tersebut.

Hasil kajian dari DDTC Tax Consulting pada 2021 mengatakan bahwa proyek CAP2 ini dapat  menciptakan hilirisasi, memberikan pekerjaan langsung terhadap 3 juta orang, memberikan kontribusi peredaran upah nasional sebesar Rp 8,6 T, memberikan output langsung terhadap PDB Rp 41 Triliun yang berdampak turunan terhadap perekonomian Rp 220 Triliun.    

Selain itu, CAP2 ini akan menggandakan kapasitas produksi menjadi 4,2 juta ton per tahun menjadi lebih dari 8 juta ton per tahun.

"Dengan itu, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik dan mengurangi ketergantungan kita pada impor. Yang tentu saja akan terbuka juga peluang pengembangan usaha di Industri hilir yang menggunakan produk petrokimia, penyediaan aktivitas ekonomi berkelanjutan, perbaikan devisa, technology sharing, dampak  ekternalitas pengganda terhadap kawasan sekitarnya," kata Presiden Direktur & Chief Executive Officer Chandra Asri, Erwin Ciputra dalam keterangan resminya, kemarin.

CAP 2 juga memberikan kontribusi pada penguatan kapasitas yaitu dengan membangun kompetensi masyarakat melalui politeknik petrokimia yang bekerja sama dengan Kementrian Perindustrian (Kemenperin).

Chandra Asri berkomitmen untuk tetap mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar, didukung dengan prinsip three bottom line yaitu People, Planet dan Profit. 

Bagi kami, keberlanjutan bisnis adalah kesimbangan antara peningkatan kinerja dan terus menciptakan harmoni dengan masyarakat sekitar dan lingkungan. Program-program keberlanjutan Chandra Asri termasuk Lingkungan, Sosial dan Tata Kelola (ESG), circular economy serta pemberdayaan masyarakat akan terus kami jalankan," tutupnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto

Senin, 25 Oktober 2021 - 10:12 WIB

AH For President Menggema! Ketum Airlangga: Tujuan Akhir Partai Golkar adalah Menciptakan Rakyat yang Sehat, Maju, dan Sejahtera

Menko Perekonomian sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengunggah sejumlah momen puncak HUT Partai Golkar ke-57 yang diadakan di plataran Kantor DPP Partai Golkar. Dalam momen…

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto

Senin, 25 Oktober 2021 - 09:37 WIB

Menko Airlangga Beberkan Hasil Kerja Keras Pemerintah yang Bikin Dunia Kagum! Covid-19 Turun Cepat, Ekonomi Rebound

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengemukakan bahwa kerja keras Pemerintah dengan partisipasi masyarakat di masa pandemi Covid-19 telah membuahkan hasil yang baik.  Hal ini menurutnya…

Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo (Ist)

Senin, 25 Oktober 2021 - 09:05 WIB

Menpan RB Terbitkan Surat Edaran, Berikut Aturan Baru WFH dan WFO Bagi ASN

Jakarta – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo kembali mengeluarkan surat edaran yang mengatur penyesuaian sistem kerja Aparatur Sipil Negara…

Toko SELMA

Senin, 25 Oktober 2021 - 08:54 WIB

Ekspansi Kawan Lama Group Buka Toko Pertama Informa Electronics dan SELMA di Lamongan

Center Indonesia yang merupakan bagian dari Kawan Lama Group terus berekspansi dengan membuka toko pertama dari dua bisnis unitnya di Lamongan pada hari Senin, 18 Oktober 2021.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia saat menemui Chairman Foxconn Young Liu dan CEO Gogoro Horace Luke

Senin, 25 Oktober 2021 - 08:45 WIB

Kunker ke Taiwan, Menteri Bahlil Temui Bos Foxconn Ajak Bawa Duit Berkarung-karung Bangun Pabrik Kendaraan Listrik

Dalam kunjungan kerjanya ke Taipe, Taiwan, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menemui Chairman Foxconn Young Liu dan CEO Gogoro Horace Luke.