INDUSTRY.co.id - Taman Nasional Salonga di Republik Demokratik Kongo (DRC), merupakan taman nasional hutan hujan tropis terbesar kedua di dunia yang kini dihapus dari daftar warisan dunia yang terancam punah karena berhasil melakukan perbaikan selama keadaan konservasi.
UNESCO pun memuji upaya konservasi negara itu dan komitmen pemerintah untuk melarang pencarian minyak di Taman Nasional Salonga.
Komite Warisan Dunia, mengatakan, "menyambut klarifikasi yang diberikan oleh otoritas nasional bahwa konsesi minyak yang tumpang tindih dengan properti batal demi hukum dan bahwa blok-blok ini akan dikecualikan dari lelang di masa depan," tulis pernyataan tersebut dilansir dari laman africa.cgtn.
"Komite menyambut baik klarifikasi yang diberikan oleh otoritas nasional bahwa konsesi minyak yang tumpang tindih dengan properti itu batal demi hukum dan bahwa blok-blok ini akan dikeluarkan dari lelang di masa depan," bunyi pernyataan dari UNESCO.
Hal ini juga mengamati bahwa pengelolaan taman telah sangat ditingkatkan, terutama sehubungan dengan penguatan langkah-langkah anti-perburuan liar di wilayah tersebut. Komite mengakui upaya yang dilakukan selama bertahun-tahun oleh otoritas DRC, Pusat Warisan Dunia UNESCO dan International Union for Conservation of Nature (IUCN) untuk mencapai hal penting ini.
Sebelumnya, Taman Nasional Salonga telah masuk dalam Daftar Warisan Dunia pada 1984, namun pada 1999 taman nasional tersebut masuk ke dalam Daftar Warisan Dunia yang Terancam Punah karena serangan oleh milisi dan perburuan liar.
Taman Nasional Salonga adalah cagar alam hutan hujan tropis terbesar di Afrika. Terletak di jantung cekungan pusat sungai Kongo, Taman Nasional Salonga sangat terisolasi dan hanya dapat diakses melewati jalur perairan. Ini adalah habitat banyak spesies endemik yang terancam punah, seperti bonobo, merak Kongo, gajah hutan dan buaya 'palsu' Afirka Selatan.
Taman yang luasnya 3,6 juta ha berisi evolusi penting, baik spesies maupun komunitas di kawasan hutan yang masih relatif utuh. Taman ini berperan penting untuk pengaturan iklim dan penyerapan karbon.