Taman Nasional Salonga dihapus UNESCO Dari Daftar Situs Warisan Dunia Terancam Punah

Oleh : Chodijah Febriyani | Jumat, 23 Juli 2021 - 16:15 WIB

Taman Nasional Salonga di Republik Demokratik Kongo (DRC) (Foto: UNESCO)
Taman Nasional Salonga di Republik Demokratik Kongo (DRC) (Foto: UNESCO)

INDUSTRY.co.id - Taman Nasional Salonga di Republik Demokratik Kongo (DRC), merupakan taman nasional hutan hujan tropis terbesar kedua di dunia yang kini dihapus dari daftar warisan dunia yang terancam punah karena berhasil melakukan perbaikan selama keadaan konservasi.

UNESCO pun memuji upaya konservasi negara itu dan komitmen pemerintah untuk melarang pencarian minyak di Taman Nasional Salonga.

Komite Warisan Dunia, mengatakan, "menyambut klarifikasi yang diberikan oleh otoritas nasional bahwa konsesi minyak yang tumpang tindih dengan properti batal demi hukum dan bahwa blok-blok ini akan dikecualikan dari lelang di masa depan," tulis pernyataan tersebut dilansir dari laman africa.cgtn.

"Komite menyambut baik klarifikasi yang diberikan oleh otoritas nasional bahwa konsesi minyak yang tumpang tindih dengan properti itu batal demi hukum dan bahwa blok-blok ini akan dikeluarkan dari lelang di masa depan," bunyi pernyataan dari UNESCO.

Hal ini juga mengamati bahwa pengelolaan taman telah sangat ditingkatkan, terutama sehubungan dengan penguatan langkah-langkah anti-perburuan liar di wilayah tersebut. Komite mengakui upaya yang dilakukan selama bertahun-tahun oleh otoritas DRC, Pusat Warisan Dunia UNESCO dan International Union for Conservation of Nature (IUCN) untuk mencapai hal penting ini.

Sebelumnya, Taman Nasional Salonga telah masuk dalam Daftar Warisan Dunia pada 1984, namun pada 1999 taman nasional tersebut masuk ke dalam Daftar Warisan Dunia yang Terancam Punah karena serangan oleh milisi dan perburuan liar.

Taman Nasional Salonga adalah cagar alam hutan hujan tropis terbesar di Afrika. Terletak di jantung cekungan pusat sungai Kongo, Taman Nasional Salonga sangat terisolasi dan hanya dapat diakses melewati jalur perairan. Ini adalah habitat banyak spesies endemik yang terancam punah, seperti bonobo, merak Kongo, gajah hutan dan buaya 'palsu' Afirka Selatan.

Taman yang luasnya 3,6 juta ha berisi evolusi penting, baik spesies maupun komunitas di kawasan hutan yang masih relatif utuh. Taman ini berperan penting untuk pengaturan iklim dan penyerapan karbon.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Suasana Pengisian BBM (Pertamina)

Rabu, 29 Juni 2022 - 14:01 WIB

Pembelian Pertalite Melalui Aplikasi MyPertamina Jangan Sampai Menyulitkan Rakyat Kecil di Daerah

Mulai 1 Juli 2022, pembeli BBM jenis Pertalite dan Solar subsidi harus mendaftar ke website MyPertamina atau aplikasi MyPertamina. Dengan begitu, hanya konsumen terdaftar saja yang bisa membeli…

Ilustrasi SPBU Coco

Rabu, 29 Juni 2022 - 13:59 WIB

Soal Beli Solar dan Pertalite Pakai Aplikasi! DPR: Penggunaan MyPertamina untuk Hindari Kebocoran Subsidi

Jakarta-Rencana penggunaan aplikasi MyPertamina untuk mengakses solar dan Pertalite bagi masyarakat ditujukan untuk menutup kebocoran subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang selama ini dianggarkan.…

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

Rabu, 29 Juni 2022 - 13:43 WIB

Komitmen Jadikan Indonesia Basis Produksi dan Hub Ekspor, Menperin Agus: Mitsubishi Akan Tingkatkan Pasar Ekspor

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita melakukan pertemuan dengan para pelaku usaha di Jepang, di antaranya dengan prinsipal otomotif Mitsubishi Motors Corporation (MMC).┬áDalam…

PT Natura Nuswantara Nirmala (Nucleus Farma)

Rabu, 29 Juni 2022 - 13:16 WIB

Ungggul dalam Bioteknologi dan Riset Ilmiah, Assosiated Capsule Group India Tertarik Kerjasama dengan Nucleus Farma

Jakarta-PT Natura Nuswantara Nirmala (Nucleus Farma) kembali membuktikan eksistensinya serta membuka peluang kerjasama dengan pihak nasional maupun internasional.

Ilustrasi Gedung KPK

Rabu, 29 Juni 2022 - 13:07 WIB

LSAK Dukung Kinerja Pemberantasan Korupsi KPK

Peneliti Lembaga Studi Antikorupsi (LSAK), Ili Sadeli mengatakan dorongan pencarian buron Harun Masiku kepada KPK lebih banyak unsur politisnya untuk mendongkel dan mendelegitimasi kinerja Firli…