Ndak Mimpi Apa-Apa, Guru di Sleman Ini Tak Nyangka, Sapi Miliknya Terpilih Sebagai Sapi Kurban Presiden Jokowi

Oleh : Kormen Barus | Selasa, 20 Juli 2021 - 13:02 WIB

Wasono, bersama Si Bali, hewan kurban yang menjadi pilihan Presiden Jokowi untuk dikirim ke warga Umbulsariz Srimartani, Piyungan, Sabtu (17/7/2021). - Harian Jogja
Wasono, bersama Si Bali, hewan kurban yang menjadi pilihan Presiden Jokowi untuk dikirim ke warga Umbulsariz Srimartani, Piyungan, Sabtu (17/7/2021). - Harian Jogja

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Seorang guru di Sleman bernama Wasono mengaku baru mengetahui sapi miliknya terpilih sebagai sapi kurban Presiden.

Ia tak menyangka sapinya menjadi salah satu hewan kurban yang dipilih oleh tim orang nomor satu di Indonesia.

"Ndak mimpi apa-apa, saya hanya bersyukur sapi saya bisa terpilih. Saat diikutkan seleksi ya pasrah saja, soalnya sapi yang lain bobotnya lebih berat," kata warga Wonokerso, Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak ini, Sabtu (17/7/2021).

Seekor sapi tersebut adalah jenis peranakan ongole (PO). Melansir Harianjogja, Ia bercerita, sapi yang diberi nama Si Bali itu harus bersaing ketat dengan 12 sapi lainnya di DIY yang masuk seleksi.

Padahal usianya baru empat tahun dan beratnya sekitar 800 kg. Sapi itu biasanya juga dibuat menarik gerobak untuk hiburan.

"Sebenarnya kalau dilihat dari sisi bobotnya, sapi saya ini masih kalah jauh dengan sapi-sapi yang lolos seleksi. Tetapi mungkin ada penilaian lainnya, terutama pada masalah kesehatan. Tidak ada penyakitnya," kata Wasono.

Guru di SMK Muhammadiyah Mlati ini mengaku sudah menyiapkan Si Bali sejak enam bulan sebelumnya.

Ini tahun kedua Wasono menyiapkan sapi kurban untuk Presiden. Wasono pernah mengikutkan salah satu sapinya pada seleksi tahun lalu, namun gagal.

Meski gagal, angan-angan Waseno untuk menawarkan sapi PO yang berkualitas tak sirna.

Ia belajar dari kegagalan tahun lalu saat sapinya tidak terpilih lantaran masih terdeteksi ada telur cacingnya.

Menurutnya, telur cacing pada sapi itu sulit dideteksi kecuali melalui uji laboratorium.

"Untuk menjadi hewan kurban Presiden memang melewati serangkaian seleksi. Proses seleksinya pun tidak mudah dan membutuhkan waktu yang cukup lama," kata suami dari Eli Wahyuningsih ini.

Wasono beternak sapi sejak usia SMP. Ia belajar ternak sapi dari orang tuanya.

Semua sapi yang dipelihara jenis PO. Selain memang gemar beternak, sapi yang dipelihara digunakan untuk tabungan keluarga.

"Ini jenis PO, sudah saya rawat 2,5 tahun. Kalau yang satunya adiknya, usianya baru 2,5 tahun. Kalau sampai empat tahun nanti, bobotnya bisa lebih dari kakaknya," kata ayah dua putri ini.

Ia merawat sapi seperti kebanyakan peternak. Bibit sapi jadi faktor utama yang menentukan. Setelah lolos seleksi, ia merawat Si Bali lebih intensif lagi dan menghindari paparan penyakit.

"Dulu saya beli Rp27,5 juta dengan bobot sekitar 500 kg. Saat ini dibeli Pak Presiden Rp60 juta. Ya rezeki saya," ujarnya sumringah.

Sapi tersebut nyaris saja terjual Rp45 juta saat Wasono menunggu proses seleksi belum kelar. Pembelinya orang Kediri, Jawa Timur.

Namun karena pembeli minta Si Bali dibawa ke Kediri lebih dulu untuk melihat kondisinya, Wasono enggan.

"Soalnya masa pandemi Covid-19 dan ada PPKM Darurat, ya akhirnya enggak jadi ke Kediri. Tahu-tahu ada info dari dinas kalau Si Bali lolos seleksi," katanya.

Plt Kepala DP3 Sleman Suparmono mengatakan sapi milik salah seorang warganya yang dipilih menjadi hewan kurban Presiden Jokowi.

"Ya sapi milik pak Wasono, itu untuk banpres (bantuan presiden) untuk hewan kurban. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan cek laboratorium kondisi sapi sehat," katanya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Bank DKI

Minggu, 01 Agustus 2021 - 14:42 WIB

Anies Apresiasi Kontribusi Bank DKI Terkait Kolaborasi Penanganan Covid-19

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengapresiasi kontribusi Bank DKI terkait kolaborasi penanganan covid-19, termasuk salah satunya pada program Mobil Vaksin Keliling yang diinisiasi…

Inilah profil Carina Citra Dewi Joe, peneliti asal Indonesia yang menjadi salah satu pemilik hak paten vaksin AstraZeneca.

Minggu, 01 Agustus 2021 - 14:24 WIB

Bikin Bangga Jutaan Masyarakat Indonesia, Wanita Keturunan Indonesia Ini, Ternyata Salah Satu Pemilik Hak Paten Vaksin Astrazeneca

Jakarta-Selain Indra Rudiansyah, ternyata ada peneliti Indonesia yang ikut mengembangkan vaksin Covid-19 Astrazeneca di Oxford Univeristy, Inggris. Dia adalah wanita muda bernama Dr Carina Citra…

Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan Aplikasi JAKI (foto Kolase)

Minggu, 01 Agustus 2021 - 14:11 WIB

Kabar Terbaru dari Anak Buah Gubernur Anies: Aplikasi JAKI Bisa Buat Cek Status Vaksinasi COVID-19

Jakarta-Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Kominfotik) DKI Jakarta menambah fitur baru pada aplikasi JAKI yang dapat mengidentifikasi status vaksinasi COVID-19.

Aksi Cepat Tanggap (ACT)

Minggu, 01 Agustus 2021 - 13:54 WIB

ACT dan Gernas MUI Bergerak Bersama Atasi Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 adalah permasalahan bangsa yang harus diselesaikan bersama-sama. Semua elemen bangsa harus bersatu dalam menuntaskannya. Persatuan sangatlah penting, sebagaimana yang dicontohkan…

Ilustrasi Paspor Vaksin (Ist)

Minggu, 01 Agustus 2021 - 13:45 WIB

Jepang Mulai Memberlakukan Paspor Vaksinasi Covid-19

Jepang mulai menerima paspor vaksin bagi mereka yang telah sepenuhnya divaksinasi Covid-19 sebagai syarat bahwa warganya dapat melakukan perjalanan internasional.